USD Melemah, Emas dan Minyak Menguat di Tengah Risiko Geopolitik
Dolar AS (DXY) memulai pekan dengan tekanan dan kembali berada di bawah 100,00, mendekati level terendah dua bulan. Pelemahan ini dipicu oleh rangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan, terutama terkait ketenagakerjaan, inflasi, dan penjualan ritel, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz mendorong permintaan terhadap aset safe haven sekaligus meningkatkan premi risiko energi. Harga WTI melonjak ke US$85 per barel, sementara emas kembali menembus US$4.400.
Di pasar valuta asing, EURUSD bertahan di sekitar 1,1580 dan GBPUSD berada di kisaran 1,3500-an menjelang rilis data tenaga kerja Inggris. AUDUSD menjadi salah satu mata uang utama dengan kinerja terbaik dan bergerak di atas 0,7100, meskipun data ekonomi Tiongkok menunjukkan perlambatan.
Fokus pasar hari Selasa akan tertuju pada data pasar tenaga kerja Inggris, khususnya pertumbuhan pendapatan dan tingkat pengangguran. Dari AS, perhatian beralih ke izin mendirikan bangunan, perumahan baru, produksi industri, dan penjualan rumah tertunda sebagai indikator tambahan kondisi ekonomi.
Secara keseluruhan, sentimen pasar saat ini cenderung negatif terhadap USD, sementara emas dan minyak mendapatkan dukungan dari kombinasi pelemahan dolar dan meningkatnya risiko geopolitik. Perkembangan Selat Hormuz serta data ekonomi AS dan Inggris akan menjadi katalis utama pergerakan pasar selanjutnya.
sumber : fxstreet
