Tumbangnya Dolar dan Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi, Lambungkan Emas

Harga emas melonjak 1% pada Selasa (11/3/2025). Hal itu seiring tumbangnya dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah lagi, kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang tarif.
Dikutip dari CNBC internasional, investor juga tengah menantikan data inflasi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan.
Harga emas di pasar spot melonjak 1% dan ditutup di US$ 2.915,46 per ons.
Indeks dolar AS turun ke level terendah sejak pertengahan Oktober. Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam mata uang ini menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
“Emas kemungkinan akan tetap didukung di tengah ketidakpastian pasar yang berlanjut, sehingga meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Namun, perkembangan positif dalam negosiasi Rusia-Ukraina dapat mengurangi premi risiko,” kata analis pasar di MarketPulse by OANDA Zain Vawda.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang utama telah menyebabkan volatilitas signifikan di pasar global dan meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
Sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian, emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS, yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Rabu (12/3/2025) dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis (13/3/2025). Berdasarkan jajak pendapat Reuters, CPI AS untuk Februari diperkirakan naik 0,3%.
Saat ini, traders memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni mendatang.
“Harga emas sudah berada di level yang sangat tinggi akibat kenaikan tajam sejak awal tahun, yang dapat membatasi potensi kenaikan lebih lanjut,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Sementara itu, harga perak di pasar spot melejit 2% menjadi US$ 32,77 per ons dan Platinum meningkat 1,9% menjadi US$ 976,0 per ons. Sementara paladium malah turun tipis 0,1% ke US$ 941,84 per ons.
sumber : investor.id