The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps, USD Tembus 100

Indeks Dolar AS (DXY) kembali menembus level psikologis 100,00 setelah investor merespons keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%–4,00%. Penguatan Greenback menjadi perhatian utama pasar setelah keputusan tersebut, sementara investor kini mengalihkan fokus pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk Initial Jobless Claims, Housing Starts, Building Permits, Pending Home Sales, serta Philadelphia Fed Manufacturing Index yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter berikutnya.

Penguatan Dolar AS memberikan tekanan terhadap EURUSD, yang turun di bawah zona penting 1,1500 dan mencatat level terendah baru dalam beberapa pekan. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis inflasi final Zona Euro serta pidato anggota ECB, Philip Lane. Data inflasi dan pernyataan pejabat ECB akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa, terutama di tengah penguatan USD pascakeputusan The Fed.

Tekanan terhadap mata uang utama juga terlihat pada GBPUSD, yang kembali turun di bawah 1,3400 untuk pertama kalinya sejak akhir Juli dan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan Pound masih dibayangi ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Kamis. Sementara itu, USDJPY melanjutkan rebound mingguan dan bergerak mendekati 156,00, atau level tertinggi dalam beberapa hari, dengan perhatian pasar tertuju pada data mingguan investasi obligasi luar negeri Jepang.

Di kawasan Australia, AUDUSD kembali melemah dan turun ke area terendah empat pekan setelah menembus support 0,7100. Fokus berikutnya akan tertuju pada rilis PMI awal Australia pada 23 September sebagai indikator kondisi aktivitas ekonomi. Di pasar energi, WTI memangkas sebagian besar kenaikan kuat pada Selasa dan turun menuju US$101,00 per barel, terutama akibat penguatan USD serta minimnya perkembangan baru dari sisi geopolitik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan Greenback mulai memberikan tekanan luas terhadap aset-aset yang sensitif terhadap pergerakan USD.

Sementara itu, emas membalikkan kenaikan awal dan mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, turun menuju US$4.250 per troy ounce, sekaligus mencapai level terendah dalam enam pekan. Penguatan tajam Dolar AS setelah keputusan The Fed, ditambah pergerakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS di berbagai tenor, menjadi faktor utama yang menekan harga logam mulia. Secara keseluruhan, penguatan USD pascakeputusan The Fed menjadi tema utama pasar, dengan DXY di atas 100,00 berpotensi mempertahankan tekanan terhadap EURUSD, GBPUSD, AUDUSD dan emas, sementara WTI menghadapi tekanan dari kombinasi penguatan Greenback dan meredanya katalis geopolitik.


sumber : fxstreet