Rekomendasi Emas Mingguan 6 – 10 November 2023: Sempat Naik ke Atas $2,000 Setelah Data NFP AS

Harga emas sempat lompat naik ke atas $2,000 per troy ons pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu sebelum akhirnya terkoreksi turun ke $1,992 setelah keluar laporan pekerjaan AS bulan Oktober yang lemah.

Kegagalan harga emas untuk melanjutkan kenaikan ke atas $2,000 menimbulkan sentimen berhati-hati di pasar. Sekalipun tidak disarankan untuk mengambil posisi jual, pergerakan harga emas pada akhir minggu lalu mengecewakan karena tidak berhasil mengambil keuntungan dari penurunan tajam yields obligasi treasury AS dan melemahnya dolar AS.

Kenaikan harga emas selama ini ditopang oleh konflik di Timur Tengah namun belakangan ini dorongan naik dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah kelihatannya telah kehabisan napas.

Bureau of Labor Statistics (BLS) AS pada hari Jumat minggu lalu melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) AS hanya menambahkan 150.000 pekerjaan pada bulan Oktober. Angka ini di bawah dari angka yang diperkirakan pasar sebesar 180.000 dan juga di bawah dari angka bulan September yang direvisi turun ke 297.000.

Tingkat pengangguran naik dari 3.8% menjadi 3.9% pada periode yang sama sementara Labor Force Participation Rate turun dari 62.8% ke 62.7%. Inflasi upah tahunan yang diukur dengan perubahan di dalam Average Hourly Earnings turun dari 4.3% ke 4.1%.

Dolar AS langsung berada di bawah tekanan jual yang berat segera sesudah keluar laporan NFP AS. Indeks dolar AS turun 1.01% ke 104.910. Data dari Laporan Pekerjaan, Nonfarm Payrolls, AS bulan Oktober ini cukup lemah sehingga bisa mengurangi kemungkinan kenaikan tingkat bunga, dan menguatkan berakhirnya siklus pengetatan moneter oleh Federal Reserve AS.

Di dalam konteks kebijakan moneter, kesepakatan di antara partisipan pasar meningkat bahwa Federal Reserve AS (the Fed) kemungkinan akan mempertahankan kondisi moneter sekarang ini tidak berubah. Kemungkinan akan ada kenaikan tingkat bunga pada bulan Desember telah kehilangan daya tariknya terutama setelah keluarnya data Nonfarm Payrolls AS bulan Oktober yang lemah.

Sebelumnya, harga emas telah mengalami pemulihan sejak awal jam perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Rebound-nya harga emas didorong oleh turunnya yields obligasi treasury AS setelah keluarnya keputusan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) the Fed.

Harga emas terus berpegang pada pemulihannya yang dipicu oleh keputusan tingkat bunga the Fed yang tidak berubah dan semakin naik karena ekspektasi bahwa the Fed telah selesai dengan kampanye pengetatan tingkat bunga. Sebagai akibatnya dolar AS terus melemah. Indeks dolar AS turun 0.87% ke 105.777 pada hari Kamis minggu lalu.

Sebagaimana dengan yang telah diperkirakan, Federal Reserve AS (the Fed) tidak menaikkan lagi tingkat bunganya pada bulan November ini. The Fed tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah di dalam rentang antara 5.25% dan 5.50% dengan nada yang optimis terhadap ekonomi AS meskipun mereka memperkirakan akan melihat beberapa kelemahan ke depannya.

Di dalam pernyataan kebijakan moneternya, para pejabat Federal Reserve AS (the Fed) mengakui bahwa aktifitas ekonomi AS telah berkembang dengan mantap pada kuartal ketiga. The Fed juga menyebutkan bahwa kenaikan dalam pekerjaan telah berkurang. Meskipun demikian mereka memberikan catatan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan menekankan bahwa komite dengan teguh berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Pada minggu ini, tidak ada data ekonomi yang berdampak besar yang dirilis baik dari AS, Inggris maupun dari Uni Eropa.

Inggris akan mempublikasikan data PMI Construction pada hari Senin.

Hari Selasa Uni Eropa akan mengeluarkan data Producer Price Index (PPI) bulan September baik secara bulanan maupun tahunan.

Hari Rabu Uni Eropa akan mengeluarkan data Penjualan Ritel bulan September baik secara bulanan maupun tahunan.

Pada hari Kamis, fokus pasar ada pada Consumer Price Index (CPI) Cina dan data inflasi Producer Price Index (PPI) yang akan bisa menggerakkan sentimen pasar. Selanjutnya dari AS akan dikeluarkan data Jobless Claims mingguan.

Pada hari Jumat dari Inggris akan dipublikasikan Gross Domestic Product (GDP) pendahuluan untuk kuartal ketiga bersamaan dengan GDP bulanan dan data Manufacturing and Industrial Production, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde akan berbicara, sementara dari AS akan dipublikasikan data pendahuluan University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment and Inflation Expectations.

Selain itu ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell akan berpartisipasi di dalam panel diskusi mengenai “Monetary Challenges in a Global Economy” di dalam konferensi di Washington.


Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,970 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,963 dan kemudian $1,943.

“Resistance” terdekat menunggu di $2,001 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,019 dan kemudian $2,030.


sumber : vibiznews