Poundsterling Turun Tipis karena Lemahnya Ketenagakerjaan Inggris

Pound Sterling (GBP) kembali melemah setelah menghadapi tekanan jual di dekat 1,2720 di sesi London hari Selasa. Pasangan GBP/USD melemah karena data Ketenagakerjaan Inggris Raya (UK) yang buruk selama tiga bulan hingga April dan penguatan Dolar AS (USD) di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menunda penurunan suku bunga.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan bahwa pasar tenaga kerja mencatatkan penurunan untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Ketenagakerjaan turun sebanyak 140.000 pekerja dalam tiga bulan hingga April, lebih kecil dari penurunan 177.000 pekerja yang terlihat pada periode Januari-Maret. Tingkat Pengangguran ILO naik menjadi 4,4%, lebih tinggi dari ekspektasi 4,3%. Data pasar tenaga kerja mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan berjuang untuk menanggung konsekuensi dari kenaikan suku bunga Bank of England (BoE).

Sementara itu, pertumbuhan upah tetap stabil pada periode Februari-April. Pendapatan Rata-rata Non Bonus, yang merupakan ukuran inflasi upah, tumbuh sesuai dengan estimasi dan rilis sebelumnya yaitu sebesar 6,0%. Selain itu, Pendapatan Rata-rata dengan Bonus juga tumbuh stabil sebesar 5,9%, direvisi naik dari 5,7% dan lebih tinggi dari estimasi 5,7%. Pertumbuhan upah yang tinggi dapat menghambat langkah BoE untuk menurunkan suku bunga.


sumber : fxstreet