Minyak Anjlok, Fokus Pasar Beralih ke Data Ekonomi AS dan Sinyal Kebijakan Bank Sentral
Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada awal pekan setelah meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran akan kembali melanjutkan perundingan. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai berlangsungnya pembicaraan dengan Iran meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak, sehingga mendorong aksi jual besar-besaran di pasar energi.
Di sisi lain, Dolar AS menguat setelah data ISM Manufacturing PMI bulan Juli mencatat hasil yang lebih baik dari ekspektasi, mencerminkan aktivitas manufaktur yang masih solid. Penguatan dolar memberikan tekanan pada mayoritas mata uang utama, dengan EURUSD, GBPUSD, dan AUDUSD melemah, sementara USDJPY justru turun karena investor masih berhati-hati terhadap potensi intervensi lanjutan dari otoritas Jepang serta prospek kebijakan hawkish Bank of Japan.
Harga West Texas Intermediate (WTI) merosot sekitar 7,4% ke kisaran US$78 per barel, menjadi salah satu penurunan harian terbesar tahun ini. Sebaliknya, harga emas tetap bertahan di atas US$4.000 per troy ounce, didukung oleh permintaan aset safe haven meskipun Dolar AS menguat, karena ketidakpastian terkait perkembangan negosiasi AS-Iran masih membayangi pasar.
Memasuki perdagangan hari Selasa, perhatian investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi kawasan Asia-Pasifik, termasuk data ketenagakerjaan Selandia Baru, PMI Jasa Australia, pertumbuhan upah dan risalah rapat Bank of Japan (BoJ), serta PMI Jasa Tiongkok. Data-data tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi regional dan prospek kebijakan moneter masing-masing negara.
Dari Amerika Utara, pasar akan mencermati data Factory Orders dan JOLTS Job Openings Amerika Serikat yang akan memberikan gambaran terbaru mengenai aktivitas manufaktur dan kondisi pasar tenaga kerja. Hasil rilis tersebut diperkirakan akan memengaruhi ekspektasi terhadap langkah kebijakan Federal Reserve (The Fed), sekaligus menjadi katalis utama bagi pergerakan Dolar AS, harga emas, dan pasar keuangan global dalam jangka pendek.
sumber : fxstreet
