Minat Beli Masih Tinggi, Harga Emas Naik Tipis

Harga emas naik pada Rabu (5/3/2025). Hal itu didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Kini, investor menanti rilis data ketenagakerjaan AS yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Tidak hanya itu, data tersebut juga menjadi penentu arah harga emas menuju level US$ 3.000.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot naik tipis 0,03% dan ditutup di US$ 2.919,09 per ons.

Indeks dolar AS turun 1,2% ke level terendah sejak November 2024. Pelemahan ini membuat harga emas yang dihitung dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

“Minat beli emas masih cukup kuat saat ini. Namun, investor tetap berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja pada Jumat mendatang. Meski begitu, tren jangka panjang emas masih positif,” kata Wakil Presiden dan analis senior logam di Zaner Metals Peter Grant.

Grant menambahkan, kenaikan harga emas saat ini terutama disebabkan oleh pelemahan dolar.

Selain itu, kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Sejak awal tahun, harga emas telah mencapai rekor tertinggi sebanyak 11 kali, dengan level tertinggi US$ 2.956,07 pada 24 Februari 2025. Secara keseluruhan, harga emas telah naik 11% sepanjang tahun ini.

Dalam pidatonya di Kongres AS pada Selasa malam (4/3/2025), Trump mengumumkan akan menerapkan tarif tambahan mulai 2 April 2025. Tarif ini mencakup ‘tarif balasan’ serta kebijakan non tarif lainnya untuk mengatasi defisit perdagangan AS.

Sebelumnya, pada Selasa, pemerintah AS telah memberlakukan tarif baru sebesar 25% untuk sebagian besar impor dari Meksiko dan Kanada, serta menaikkan bea masuk barang dari China menjadi 20%.

Di sisi lain, laporan ADP National Employment menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS melambat pada Februari. Sementara itu, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat (7/3/2025) menunjukkan penambahan 160 ribu lapangan kerja.

“Jika data ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang buruk, harga emas bisa turun. Jika hasilnya netral, dampaknya tidak akan besar. Namun, jika hasilnya positif, harga emas bisa melonjak cepat menuju US$ 3.000 atau lebih,” ujar analis senior di RJO Futures Daniel Pavilonis.


sumber : investor.id