Mata Uang Asia Turun, Pasar Cermati Inflasi dan Isyarat Fed

Mayoritas mata uang Asia stabil hari Selasa (26/03), mendapat sedikit bantuan dari dolar yang lebih lemah kala traders tetap berhati-hati menjelang isyarat lain inflasi AS dan Federal Reserve minggu ini.

Fokus utama adalah yuan China, yang berada di dekat level terlemahnya dalam empat bulan terakhir setelah aksi jual besar-besaran minggu lalu. Langkah-langkah yang diambil oleh People’s Bank of China sejauh ini tampaknya hanya memberikan sedikit dukungan pada mata uang ini.

Yuan China (USDCNY) tembus 7,2, intervensi menjadi fokus
Yuan China melemah pada hari Selasa, dengan pair USDCNY naik 0,1% menjadi 7,2178 – level tertinggi sejak pertengahan November. Pair USDCNH yuan offshore turun 0,1% namun tetap berada di atas level psikologis penting 7,2.

Pelemahan yuan terjadi bahkan ketika PBOC menetapkan kurs tengah yang lebih kuat dari perkiraan, dan terlihat menginstruksikan bank-bank lokal untuk membeli yuan dan menjual dolar di pasar terbuka.

Kerugian baru-baru ini pada yuan didorong oleh memburuknya sentimen atas pemulihan ekonomi China, sementara PBOC juga menandai lebih banyak potensi penurunan suku bunga untuk memberikan stimulus. Kedua faktor ini menjadi pertanda buruk bagi yuan, yang merupakan salah satu mata uang Asia dengan kinerja terburuk selama dua tahun terakhir.

Namun, pelemahan yang berkelanjutan pada yuan berpotensi menarik intervensi yang lebih agresif dari PBOC, mengingat ketidaknyamanan Beijing yang semakin meningkat terhadap turunnya nilai yuan.

Yen Jepang stabil setelah warning pemerintah
Yen Jepang stabil pada hari Selasa, dengan pair USDJPY berada di sekitar 151,36. Pair ini tetap dekat dengan level tertinggi dalam empat bulan.

Pelemahan yen baru-baru ini, yang terjadi meskipun Bank of Japan telah melakukan kenaikan suku bunga pertama dalam 17 tahun terakhir, menimbulkan warning soal potensi intervensi oleh pemerintah Jepang. Peringatan tersebut, terutama komentar dari diplomat mata uang Jepang Masato Kanda, membuat yen menjadi stabil.

Fokus saat ini tertuju pada data inflasi konsumen yang akan datang dari Tokyo, yang akan dirilis pada minggu ini.

Mata uang Asia yang lebih luas bergerak dalam range datar hingga turun, di tengah beberapa isyarat langsung. Pair AUDUSD dolar Australia naik 0,1%, sementara USDKRW won Korea Selatan naik 0,1%.

Dolar Singapura USDSGD turun 0,1%, sementara rupee India USDINR stabil setelah melonjak ke rekor tertinggi di awal Maret.

Dolar stabil dengan inflasi PCE, komentar Fed jadi fokus
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka turun di perdagangan Asia pada hari Selasa, memperpanjang kerugian semalam karena greenback mengalami aksi profit taking pasca naik ke level tertinggi satu bulan.

Namun, traders tetap sangat bias terhadap dolar menjelang rilis data inflasi utama dan sinyal Federal Reserve minggu ini. Data Indeks harga PCE – pengukur inflasi pilihan Fed – akan hadir pada hari Jumat, dan secara luas diperkirakan akan mempengaruhi pandangan bank sentral terhadap suku bunga.

Bersamaan dengan data PCE, pidato-pidato dari para pejabat penting the Fed, termasuk Ketua Jerome Powell dan anggota FOMC Mary Daly juga akan dirilis minggu ini.


sumber : investing