Mata Uang Asia Turun Minggu Ini, Dolar Naik Jelang NFP

Mayoritas mata uang Asia bergerak dalam kisaran flat hingga turun pada hari Jumat, sementara dolar berada di dekat level tertinggi tiga minggu tatkala pasar menunggu data tenaga kerja utama AS untuk mendapat sinyal lebih lanjut tentang rencana Federal Reserve untuk penurunan suku bunga.

Mata uang regional akan alami kerugian tajam pada minggu pertama tahun 2024. Dolar rebound kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai kapan tepatnya The Fed berencana untuk mulai memangkas suku bunga.

Traders terlihat mengurangi ekspektasi bahwa The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga paling cepat Maret 2024, sementara ruang lingkup penuh dari potensi pemotongan juga masih belum jelas.

Mata uang Asia menuju kerugian mingguan, pemulihan akhir 2023 terhenti
Yen Jepang yang sensitif terhadap suku bunga termasuk di antara yang paling tertekan oleh ketidakpastian ini, dan mata uang ini akan turun hampir 3% minggu ini setelah serangkaian penurunan tajam.

Yen berada di level terendah dalam lebih dari tiga minggu, imbas sentimen terhadap Jepang juga tertekan oleh gempa bumi dahsyat di negara tersebut.

Mata uang Asia lainnya juga mengalami penurunan mingguan yang tajam, saat traders sebagian besar melihat rebound di sektor ini hingga akhir tahun 2023.

Yuan China turun 0,1% pada hari Jumat dan diperkirakan akan turun hampir 1% minggu ini, setelah sentimen terhadap China mayoritas masih negatif. Yuan termasuk di antara mata uang Asia dengan kinerja terburuk pada tahun 2023, gegaranya rebound ekonomi China gagal terwujud.

Namun, pelemahan lanjutan yuan tertahan oleh serangkaian penetapan kurs tengah harian yang lebih kuat oleh People’s Bank of China.

Won Korea Selatan flat pada hari Jumat, dan akan turun 1,5% minggu ini, sementara dolar Australia juga stabil dan menuju kerugian mingguan 1,6%.

Rupee India bergerak di dekat rekor terendah sebelum rilis estimasi pemerintah untuk produk domestik bruto pada tahun 2024. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan pemerintah akan memperkirakan pertumbuhan lebih dari 7%, mengingat bahwa ekonomi India merupakan salah satu ekonomi global utama dengan kinerja terbaik.

Dolar dekati high tiga minggu di tengah kegelisahan sebelum payrolls
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka bergerak tipis pada hari Jumat, tetapi masih dekat dengan level tertinggi sejak pertengahan Desember. Keduanya juga akan naik sekitar 1,1% minggu ini – minggu terbaik sejak Juli 2023.

Greenback menguat minggu ini tatkala traders mencari lebih banyak keyakinan bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada awal 2024. Fedwatch tool dari CME melihat traders menurunkan ekspektasinya untuk penurunan suku bunga Maret 2024 menjadi 62% dari 72% yang terlihat seminggu sebelumnya.

Fokus saat ini tertuju data utama nonfarm payrolls untuk bulan Desember, yang akan terbit pada hari ini. Sementara angkanya diperkirakan akan menunjukkan lebih banyak pendinginan di pasar tenaga kerja, traders tetap waspada terhadap tanda-tanda kekuatan yang tidak terduga, mengingat pasar tenaga kerja AS berjalan panas sepanjang sebagian besar tahun 2023.

Sektor tenaga kerja yang mendingin adalah salah satu pertimbangan utama bagi The Fed untuk mulai memangkas suku bunga, bersama dengan inflasi. Namun, meskipun kedua faktor tersebut telah mengalami pendinginan yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir, traders tidak yakin apakah tren tersebut akan cukup untuk mendorong penurunan suku bunga yang agresif oleh bank sentral pada tahun 2024.

Mata uang Asia mencatatkan kinerja yang lemah di tahun 2023, di tengah tekanan dari suku bunga AS yang tinggi. Tetapi tren ini dapat berubah pada tahun 2024, ketika The Fed mulai memangkas suku bunga.


sumber : investing