Mata Uang Asia Stabil, Dolar Turun sebelum Sinyal Lanjutan Pangkas Suku Bunga

Mata uang Asia sedikit bergerak sementara dolar turun pada hari Senin (15/01) dengan fokus beralih ke serangkaian rilis data ekonomi yang akan datang dan komentar Federal Reserve untuk mencari isyarat kapan bank sentral bisa mulai memangkas suku bunga.

Pasar regional juga tertekan oleh lemahnya minat risiko, saat fokus tetap kepada tanda-tanda eskalasi dalam konflik Timur Tengah.

Yen Jepang turun 0,2%, di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan kebijakan ultra-dovish ketika bertemu bulan ini. Data indeks harga konsumen (CPI) Jepang, yang akan dirilis minggu ini, diperkirakan akan menunjukkan penurunan inflasi yang berkelanjutan.

Yuan China statis setelah kekecewaan rate-cut, PDB ditunggu
Yuan China bergerak tipis pada hari Senin, menunjukkan ketahanan setelah People’s Bank of China secara tidak terduga menahan suku bunga pinjaman jangka menengah tidak berubah.

Langkah ini menandakan tidak ada perubahan pada loan prime rate/LPR PBOC di bulan Januari, memberikan sedikit kekuatan bagi yuan. Namun tidak adanya pemangkasan suku bunga juga mengindikasikan bahwa PBOC memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut dan mendukung perekonomian China.

Data produk domestik bruto kuartal keempat, yang akan dirilis pada hari Rabu, diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh lebih dari target 5% pemerintah untuk tahun 2023. Namun, pertumbuhan tersebut juga berasal dari basis yang rendah sebagai perbandingan dari tahun 2022.

Kekhawatiran atas perlambatan pemulihan ekonomi pasca-COVID di China menekan yuan sepanjang tahun lalu, di mana mata uang tersebut masuk di antara mata uang Asia dengan kinerja terburuk pada tahun 2023.

Mata uang Asia yang lebih luas bergerak dalam range datar hingga turun, saat pasar mencari lebih banyak petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS. Dolar Australia naik 0,1%, sementara won Korea Selatan turun 0,6%.

Dolar Taiwan statis setelah Partai Progresif Demokratik (DPP) yang sedang berkuasa memenangkan pemilihan presiden pada akhir pekan, mengamankan masa jabatan ketiga berturut-turut. Namun hasil ini juga memicu kemarahan dari China, mengingat bahwa DPP secara konstan menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Taiwan.

Rupee India stabil setelah pulih dari level terendahnya minggu lalu. Data inflasi indeks harga wholesale India akan hadir hari Senin, setelah data hari Jumat menunjukkan naiknya inflasi IHK yang lebih kecil dari perkiraan.

Dolar turun tipis dengan lebih banyak isyarat Fed yang akan dirilis minggu ini
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka turun sekitar 0,1% di perdagangan Asia hari Senin, saat pasar tampaknya sebagian besar mempertahankan ekspektasinya akan pemotongan suku bunga awal oleh Federal Reserve.

CME Fedwatch tool menunjukkan traders memperkirakan peluang 70% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret, naik dari peluang 64% yang terlihat seminggu yang lalu.

Peluang pemangkasan suku bunga awal diperkuat oleh data pada hari Jumat, yang menunjukkan inflasi indeks harga produsen turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember. Namun laporan tersebut didahului oleh data yang menunjukkan naiknya inflasi IHK yang lebih besar dari perkiraan pada bulan tersebut.

Fokus saat ini tertuju pidato dari beberapa pejabat the Fed minggu ini, yang diharapkan bisa memberi lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank sentral untuk memangkas suku bunga tahun ini.

Data retail sales AS juga akan dirilis minggu ini, dan diperkirakan akan mempengaruhi prospek inflasi negara ini.


sumber : investing