Mata Uang Asia Stabil, Data Pekerjaan AS Tetap Jadi Fokus Penting; Yen Naik oleh Sinyal BOJ

Mata uang Asia sebagian besar bergerak tipis pada hari Kamis (07/12). Pasar masih gelisah sebelum data tenaga kerja utama AS, sementara yen naik saat Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda memberikan lebih banyak sinyal tentang potensi perubahan dari sikap ultra-dovish bank tersebut.

Dolar juga stabil di perdagangan Asia, lanjut kenaikan baru-baru ini saat pasar menunggu lebih banyak isyarat tentang kapan Federal Reserve berencana untuk mulai memangkas suku bunga.

Yen merupakan mata uang terbaik di Asia untuk hari ini, naik sebesar 0,4% setelah Ueda menandai lebih banyak tantangan bagi BOJ dalam beberapa bulan mendatang, dan juga berbicara soal opsi yang dimiliki bank ketika mempertimbangkan untuk beralih dari suku bunga negatif.

Komentarnya memperkuat ekspektasi bahwa BOJ akan menghentikan kebijakan ultra-dovish dan penuh stimulus di tahun mendatang. Namun, ketidakpastian mengenai waktu pivot masih membuat traders tetap waspada.

Penguatan yen masih tertahan oleh Ueda yang menekankan perlunya kebijakan longgar dalam waktu dekat, terutama di tengah tanda-tanda bahwa ekonomi Jepang semakin mendingin.

Yuan flat setelah data perdagangan beragam, intervensi FX diawasi
Yuan stabil pada hari Kamis setelah data menunjukkan peningkatansurplus perdagangan China yang lebih besar hingga November. Ekspor China juga naik untuk pertama kalinya dalam enam bulan, meskipun sedikit.

Namun, turunnya impor menimbulkan kekhawatiran atas penurunan permintaan domestik, terutama karena aktivitas ekonomi di negara tersebut masih lesu. Sejumlah data untuk bulan November, yang dirilis awal bulan ini, isyarat pelemahan yang berkelanjutan ekonomi China.

Pasar juga mengamati intervensi pasar mata uang lebih lanjut oleh Pemerintah China, setelah beberapa bank pemerintah terlihat menjual dolar untuk yuan di pasar terbuka.

Kekhawatiran terhadap China membuat sebagian besar mata uang Asia lainnya diperdagangkan dalam range datar hingga turun. Dolar Australia turun 0,3% usai data menunjukkan pertumbuhan surplus perdagangan yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan Oktober, dan ekspor juga tetap lemah.

Won Korea Selatan yang sensitif terhadap suku bunga melemah 0,6%, sementara baht Thailand turun 0,4% saat inflasi menyentuh titik terendah 33 bulan di bulan November.

Rupee India tetap menjadi yang berbeda di antara mata uang lainnya di Asia, bergerak mendekati rekor terendah sebelum rapat Reserve Bank of India pada hari Jumat.

Dolar lanjut rebound sebelum data nonfarm payrolls
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka bergerak tipis di perdagangan Asia, tetapi bertahan di atas level 104 setelah rebound selama seminggu terakhir.

Sementara the Fed secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga di bulan Desember, pasar tidak yakin kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga. Ketidakpastian ini membantu dolar, bahkan ketika data payrolls ADP isyarat ada lebih banyak pendinginan di pasar tenaga kerja.

Namun, data nonfarm payrolls yang akan terbit pada hari Jumat diperkirakan akan memberikan isyarat definitif di pasar tenaga kerja, dan kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan dolar selama sisa tahun ini.


sumber : investing