Mata Uang Asia Bergerak Ketat, NFP Jadi Sorotan; Yen Capai Puncak 4 Bulan

Mata uang Asia bergerak tipis pada hari Jumat (08/12) dan traders menunggu angka nonfarm payrolls AS yang berpotensi lebih lunka, sementara yen berada di dekat level tertinggi empat bulan terhadap dolar yang mengikuti sinyal hawkish dari Bank of Japan.

Yen menjadi mata uang Asia dengan kinerja terbaik minggu ini, naik lebih dari 2% setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan untuk beralih dari suku bunga negatif.

Yen naik 0,2% menjadi 143,88 terhadap dolar pada hari Jumat.

Komentar Ueda, yang disampaikan dalam pidatonya pada hari Kamis, memicu reversal tajam dalam ekspektasi untuk pelemahan yen, sekaligus memperkuat harapan bahwa BOJ akan mengakhiri rezim suku bunga negatif pada tahun 2024.

Hal ini membantu yen menguat setelah data sebelumnya menunjukkan ekonomi Jepang menyusut lebih besar dari perkiraan semula pada kuartal ketiga. Ueda juga mencatat bahwa kebijakan akan tetap longgar dalam waktu dekat untuk terus mendukung ekonomi Jepang.

Dolar melemah saat pasar perkirakan nonfarm payrolls yang lebih lemah
Mata uang Asia yang lebih luas stabil, sementara dolar membalikan rebound baru-baru ini setelah data pasar tenaga kerja yang lemah minggu ini.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka stabil di pertengahan 103-an dalam perdagangan Asia, setelah turun tajam pada hari Kamis.

Lowongan pekerjaan dan private payrolls indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mendingin, berpotensi menyiapkan peluang untuk rilis nonfarm payrolls yang lebih lunak bulan November, yang akan terbit pada hari ini.

Tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin memberi Federal Reserve lebih sedikit dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Data hari Jumat ini juga terjadi hanya beberapa hari sebelum rapat terakhir The Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

Tetapi pasar masih mencari lebih banyak sinyal tentang kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga pada tahun 2024. Ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa terjadi secepatnya pada Maret 2024 telah menopang mata uang Asia dalam beberapa sesi terakhir.

Sebagian besar mata uang regional bergerak tipis untuk mengantisipasi rilis payrolls. Yuan China turun 0,1%, dan akan merugi sedikit minggu ini di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas perlambatan ekonomi di China. Penjualan dolar oleh bank-bank pemerintah China membantu membatasi kerugian yuan minggu ini.

Rupee India flat setelah Reserve Bank of India menahan suku bunga seperti yang diharapkan secara luas, dan mengatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat untuk mengendalikan risiko inflasi yang terus-menerus hadir.

Dolar Australia naik 0,2%, tetapi bakal melemah sebesar 0,8% minggu ini menyusul sejumlah angka ekonomi yang lemah. Perlambatan di China, pasar ekspor terbesar Australia, tampaknya akan merembet ke dalam negeri.


sumber : investing