Jelang Rilis Inflasi PCE AS dan Pertemuan OPEC+, Harga Minyak WTI Direspon Naik

Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik tipis menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+) yang dijadwalkan pada 2 Juni, di mana para produsen akan membahas perpanjangan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga paruh kedua 2024. Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar $78,80 per barel selama jam-jam perdagangan Asia pada hari Selasa.

Harga minyak mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Reuters melaporkan pada hari Ahad bahwa serangan Israel di kota Rafah, Gaza, menyebabkan kebakaran yang menewaskan 45 orang, memicu protes lebih lanjut dari delegasi internasional dan mempertahankan risiko geopolitik yang mendukung harga minyak mentah yang lebih tinggi. Selain itu, laporan kematian seorang tentara Mesir akibat serangan Israel di dekat Rafah telah menambah premi risiko pada minyak mentah.

Para pedagang cenderung menunggu ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, data Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditures – PCE), yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk menilai kebijakan moneter AS di masa depan. Pekan lalu, para pejabat The Fed meredam ekspektasi penurunan suku bunga, dengan memperingatkan bahwa bank sentral masih membutuhkan lebih banyak bukti bahwa inflasi pada akhirnya akan turun ke target tahunan 2%. Kenaikan suku bunga yang berkepanjangan berdampak negatif pada prospek ekonomi AS dan mengurangi permintaan minyak.

Reuters melaporkan pada hari Ahad, mengutip kantor berita Tasnim Iran, bahwa dewan ekonomi yang dipimpin oleh presiden sementara Iran Mohammad Mokhber telah menyetujui rencana untuk meningkatkan produksi minyak negara tersebut dari 3,6 juta barel per hari (bph) menjadi 4 juta bph.


sumber : fxstreet