Indeks Dolar Menguat Empat Hari Beruntun, Jelang Rilis Non Farm Payrolls AS
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, melanjutkan penguatannya untuk empat hari berturut-turut. DXY diperdagangkan di sekitar 98,71 saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB pada hari Jumat.
Greenback menguat saat para trader tetap berhati-hati menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS, yang diprakirakan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kondisi pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed). NFP bulan Desember diprakirakan menunjukkan penambahan lapangan pekerjaan sebanyak 66.000, naik dari 64.000 pada bulan November.
Pada hari Kamis, Department of Labor (DOL) AS melaporkan bahwa Klaim Tunjangan Pengangguran Awal naik secara moderat menjadi 208.000 pada minggu yang berakhir 3 Januari, sedikit di bawah ekspektasi pasar 213.000 tetapi di atas angka minggu sebelumnya yang direvisi menjadi 200.000. Klaim tunjangan pengangguran lanjutan meningkat menjadi 1,914 juta dari 1,858 juta, mengindikasikan kenaikan bertahap dalam jumlah orang yang tetap menerima tunjangan pengangguran.
Automatic Data Processing (ADP) AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Perubahan Ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan 41.000 lapangan pekerjaan pada bulan Desember, setelah penurunan yang direvisi menjadi 29.000 pada bulan November. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi pasar 49.000.
Lowongan Kerja JOLTS tercatat sebanyak 7,146 juta pada bulan November. Angka ini menyusul 7,449 juta lowongan yang tercatat pada bulan Oktober (direvisi dari 7,67 juta) dan berada di bawah ekspektasi pasar 7,6 juta.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan dalam wawancara CNBC pada hari Kamis bahwa Federal Reserve seharusnya terus memangkas suku bunga, berargumen bahwa suku bunga yang lebih rendah adalah “satu-satunya material yang hilang” untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan bahwa The Fed tidak boleh menunda.
Menurut FedWatch tool dari CME Group, kontrak berjangka Fed funds terus memperhitungkan probabilitas sekitar 86,2% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 27-28 Januari.
sumber : fxstreet
