Indeks Dolar AS Turun Usai FOMC Minutes, Investor Pilih Ambil Untung

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul reli dolar dalam beberapa hari sebelumnya. DXY diperdagangkan turun 0,18% ke level 100,62 saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Meskipun risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes) menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih mewaspadai tekanan inflasi dan membuka peluang pengetatan kebijakan apabila diperlukan, reaksi pasar justru cenderung terbatas karena sikap tersebut telah banyak diantisipasi oleh investor. Akibatnya, dorongan beli terhadap dolar mulai berkurang sehingga DXY terkoreksi dari level tertingginya.

Tekanan terhadap dolar juga muncul karena investor mulai kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko setelah volatilitas pasar mereda. Mata uang utama seperti euro, poundsterling, serta dolar Australia memperoleh dukungan dari membaiknya sentimen global, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Pergeseran arus dana tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan DXY pada sesi perdagangan hari ini.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang sebelumnya menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja masih membayangi pergerakan dolar. Investor menilai bahwa pelemahan data ketenagakerjaan dapat membuat Federal Reserve lebih berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya. Walaupun risalah FOMC masih bernada hawkish, pasar melihat keputusan kenaikan suku bunga selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi dan kondisi ekonomi beberapa bulan ke depan. Ketidakpastian tersebut mendorong sebagian pelaku pasar mengurangi posisi beli dolar.

Secara teknikal dan fundamental, pelemahan DXY juga dipengaruhi oleh aksi rebalancing portofolio setelah indeks sempat menguat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Investor kini menunggu rilis data ekonomi berikutnya sebagai katalis baru untuk menentukan arah pergerakan dolar dalam jangka pendek.

Menurut Francesco Pesole, Senior FX Strategist di ING, risalah FOMC memang masih menunjukkan perhatian besar terhadap inflasi, namun sebagian besar informasi tersebut telah diperhitungkan oleh pasar. Ia menilai bahwa tanpa kejutan baru dari data ekonomi AS, ruang penguatan dolar menjadi lebih terbatas dan pergerakan DXY cenderung didominasi oleh aksi ambil untung serta perubahan sentimen risiko global. Pandangan tersebut sejalan dengan kondisi perdagangan pada hari ini, ketika investor memilih mengurangi eksposur terhadap dolar setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari sebelumnya.


sumber : reuters