Indeks Dolar AS Sideways, Setelah Menguat Dua Hari Beruntun
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, mempertahankan posisinya setelah naik dua hari dan diperdagangkan di sekitar 98,45 saat berita ini ditulis Pukul 13.40 WIB pada hari Kamis. Greenback tetap stabil saat data terbaru menunjukkan latar belakang ekonomi AS yang rapuh menjelang laporan lapangan pekerjaan penting hari Jumat, meredam sentimen pasar.
Para trader akan memperhatikan data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS nanti di perdagangan sesi Amerika Utara. Perhatian akan beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS hari Jumat, yang diprakirakan menunjukkan penambahan lapangan pekerjaan sebanyak 66.000 di bulan Desember, naik dari 64.000 di bulan November.
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada hari Rabu bahwa PMI Jasa AS bulan Desember naik menjadi 54,4 dari 52,6 di bulan November. Angka ini lebih kuat dari ekspektasi 52,2. Lowongan Pekerjaan JOLTS tercatat sebanyak 7,146 juta di bulan November. Angka ini menyusul 7,449 juta lowongan yang tercatat di bulan Oktober (direvisi dari 7,67 juta) dan berada di bawah ekspektasi pasar 7,6 juta.
Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS menunjukkan peningkatan 41.000 lapangan pekerjaan di bulan Desember, setelah penurunan yang direvisi menjadi 29.000 di bulan November. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi pasar 47.000.
Gubernur The Fed, Stephen Miran, mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral AS perlu memangkas suku bunga secara agresif tahun ini untuk mendukung momentum ekonomi. Sementara itu, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, memperingatkan adanya risiko bahwa tingkat pengangguran bisa “melonjak” lebih tinggi.
sumber : fxstreet
