Indeks Dolar AS Naik, Capai Level Tertinggi Empat Bulan

Indeks Dolar AS (DXY), sebuah indeks yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, saat ini diperdagangkan di 99,33 saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB pada hari Senin. DXY naik ke level tertinggi sejak akhir November 2025 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dia tidak ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran sambil menuntut agar Teheran menyerah saat serangan udara AS dan Israel terus berlanjut. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Sabtu memperingatkan pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hezbollah atau “membayar harga yang sangat mahal.”

Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya karena perang yang semakin meningkat di Timur Tengah meningkatkan permintaan safe-haven. “Dolar telah dianggap sebagai safe-haven utama karena likuiditasnya, sementara juga didorong oleh kenaikan harga minyak,” kata Matthew Ryan, kepala strategi pasar di perusahaan jasa keuangan Ebury. “Kami mendukung potensi kenaikan lebih lanjut pada dolar selama perang berlanjut tanpa terlihat akhir dalam waktu dekat.”

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS bulan Februari yang lebih lemah dari yang diprakirakan dapat membebani DXY. Data yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) AS pada hari Jumat menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) di AS turun sebanyak 92.000 di bulan Februari. Angka ini menyusul kenaikan 126.000 (direvisi dari 130.000) yang terlihat di bulan Januari dan meleset dari ekspektasi pasar yaitu kenaikan sebesar 58.000 dengan selisih yang cukup besar.


sumber : fxstreet