Indeks Dolar AS Menguat Tipis, Setelah Sempat Anjlok di Awal Perdagangan

Pada awal sesi Eropa hari ini, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak menguat tipis setelah sempat anjlok pada sesi Asia, mencerminkan reaksi pasar terhadap berbagai sentimen risiko global dan kebijakan perdagangan AS. Pada sesi Asia tadi, indeks sempat turun ke sekitar 97,50–97,79, menandakan tekanan jual di pasar (sell-off) dari posisi sebelumnya setelah sejumlah keputusan kebijakan dan data domestik AS menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor.

Salah satu katalis terbesar pergerakan DXY hari ini adalah ketidakpastian kebijakan tarif dari pemerintah AS. Putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar wewenang tarif sebelumnya menciptakan kebingungan di pasar meskipun diikuti oleh pengumuman tarif impor global sementara yang lebih tinggi dan ini berkontribusi pada tekanan jual terhadap dolar karena investor mengkhawatirkan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan neraca fiskal.

Pergerakan DXY juga tampak berkorelasi erat dengan pergerakan aset lain: saat dolar melemah pada sesi Asia, emas dan logam mulia lainnya melonjak, mencerminkan aliran modal ke aset safe haven. Hal ini menunjukan bahwa ketika sentimen risiko meningkat, permintaan untuk dolar sebagai aset cadangan global tidak selalu menguat, terutama ketika kebijakan fiskal dan perdagangan dipandang tidak stabil. Ini juga terlihat dari penurunan dolar terhadap sejumlah mata uang mayor seperti euro dan yen.

Selain kebijakan perdagangan, sentimen DXY juga dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang kurang kuat dari ekspektasi. Pertumbuhan ekonomi Q4 2025 yang moderat dan angka inflasi inti yang tetap di angka sekitar 3%, memberi sinyal bahwa ekonomi AS belum menunjukkan momentum kuat yang cukup untuk mendorong pasar mata uang dalam jangka pendek. Tekanan ini semakin diperparah oleh ekspektasi pasar bahwa peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve mungkin masih kecil dalam waktu dekat, sehingga dolar tidak mendapatkan dukungan kuat dari sisi moneter.

Secara teknikal dan sentimen pasar saat ini, DXY kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran terbatas (sideways) selama sesi Eropa, dengan bias risiko yang condong sedikit ke sisi bearish jika ketidakpastian kebijakan dan data ekonomi terus membebani permintaan terhadap dolar. Resistance teknikal utama terdapat di sekitar level 97,80–98,10, sementara Support jangka pendek berada di 97,30–97,50. Break di bawah batas support ini dapat mempercepat pelemahan lanjutan, sementara rebound perlu konfirmasi dari data ekonomi AS atau pernyataan bank sentral.


sumber : reuters