Indeks Dolar AS Menguat, Level 98 Jadi Support Penting yang Diuji Pasar

Indeks Dolar AS (DXY) terlihat bergerak di kisaran 98, setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam dan kini mulai menunjukkan tanda rebound terbatas. DXY diperdagangkan menguat 0,13% di level 98,15 saat berita ini ditulis Pukul 13.35 WIB pada hari Senin. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih belum memiliki arah jelas, dengan dolar berada di fase konsolidasi setelah pelemahan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Secara teknikal dan fundamental, level 98 menjadi area support penting yang sedang diuji pasar.

Faktor utama yang memengaruhi dolar saat ini adalah dinamika geopolitik di Timur Tengah, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, dolar sempat melemah karena harapan damai meningkat dan investor beralih ke aset berisiko (risk-on). Namun, ketika ketegangan kembali meningkat, dolar langsung mendapatkan kembali sebagian permintaan sebagai aset safe haven. Ini menunjukkan bahwa pergerakan DXY saat ini sangat headline-driven dan sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter dari Federal Reserve juga menjadi pendorong utama. Saat ini, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat karena inflasi masih bertahan dan ekonomi AS relatif solid. Bahkan, beberapa institusi besar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi sepanjang 2026. Kondisi ini menjadi faktor penopang dolar karena yield AS tetap menarik dibanding negara lain.

Namun demikian, dolar masih menghadapi tekanan dari sisi global. Ketika sentimen risk-on meningkat—ditandai dengan kenaikan pasar saham dan penguatan mata uang lain seperti dolar Kanada—permintaan terhadap USD cenderung menurun. Hal ini terjadi karena investor mencari return lebih tinggi di luar aset safe haven. Dengan kata lain, dolar saat ini kehilangan sebagian daya tariknya ketika kondisi global membaik.

Di sisi lain, meskipun dolar melemah dari puncaknya, penurunannya cenderung terbatas dan tidak agresif. Hal ini disebabkan oleh masih kuatnya permintaan terhadap aset keuangan AS, termasuk obligasi Treasury. Selama arus modal global tetap masuk ke Amerika Serikat, dolar akan tetap memiliki “fondasi kuat” yang mencegah pelemahan tajam.

Menariknya, struktur pasar saat ini menunjukkan bahwa DXY berada dalam kondisi dua kekuatan besar yang saling bertentangan:

* Bullish: yield tinggi, kebijakan Fed hawkish, demand aset AS
* Bearish: risk-on global, meredanya konflik, rotasi ke mata uang lain

Kombinasi ini membuat dolar bergerak dalam fase sideways dengan volatilitas tinggi, bukan tren kuat satu arah.


sumber : reuters