Indeks Dolar AS Melemah Tipis, Setelah Menguat Tiga Hari Beruntun

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, turun tipis setelah naik tiga hari beruntun dan diperdagangkan di sekitar 99,72 saat berita ini ditulis Pukul 14.10 WIB pada hari Jumat.

Dolar melemah karena penurunan penghindaran risiko setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Washington akan menghentikan sejenak serangan pada sektor energi Iran selama 10 hari atas permintaan Teheran, memperpanjang tenggat waktu hingga 6 April 2026 untuk memberi lebih banyak waktu untuk negosiasi. Namun, Wall Street Journal melaporkan bahwa mediator-medioator mengatakan Iran menyangkal membuat permintaan tersebut, menegaskan diplomasi yang rapuh dan peluang rendah untuk gencatan senjata jangka pendek.

Penurunan Dolar AS bisa dibatasi di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat menurunnya kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut dan meningkatnya spekulasi pada potensi kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve (The Fed), Philip Jefferson, mengatakan harga energi yang lebih tinggi seharusnya memiliki dampak moderat pada inflasi, meskipun guncangan yang berkelanjutan bisa lebih signifikan. Sementara itu, Gubernur The Fed, Michael Barr, memperingatkan bahwa guncangan harga lainnya dapat meningkatkan ekspektasi inflasi, memperkuat alasan bagi The Fed untuk menilai kondisi ekonomi sebelum menyesuaikan kebijakan.

Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS tercatat tepat sesuai ekspektasi di 210 ribu pada hari Kamis, memberikan sedikit arahan baru. Perhatian kini beralih ke sentimen konsumen University of Michigan (UoM) dan ekspektasi inflasi satu tahun pada hari Jumat.


sumber : fxstreet