Harga Minyak WTI Sideways, Tunggu Data PDB AS

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $75,40 pada hari Kamis. Harga WTI turun tipis 0,37% pada hari ini di tengah meningkatnya permintaan Dolar AS (USD). Namun, penurunan produksi minyak mentah AS, langkah-langkah stimulus baru dari Tiongkok, dan ketegangan geopolitik dapat membatasi penurunan harga emas hitam ini.

Menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu, persediaan minyak mentah AS turun 9,233 juta barel untuk pekan yang berakhir pada tanggal 19 Januari dari pembacaan sebelumnya yang turun 2,493 juta barel. Badai musim dingin menghantam produksi minyak AS minggu lalu, terutama di North Dakota, negara bagian penghasil minyak mentah terbesar ketiga di AS.

People’s Bank of China (PBoC) akan memangkas jumlah uang tunai yang harus disimpan oleh bank-bank sebagai cadangan mulai tanggal 5 Februari, pemangkasan terbesar selama lebih dari dua tahun. Langkah ini kemungkinan akan memperkuat pemulihan ekonomi yang rapuh. Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan harga WTI karena Tiongkok adalah importir minyak terbesar di dunia.

Sementara itu, risiko geopolitik di Laut Merah sebagian besar telah diperhitungkan ke dalam harga. Amerika Serikat dan Inggris telah melakukan sejumlah serangan udara di Yaman terhadap militan Houthi, yang terus menyerang kapal-kapal pengangkut di Laut Merah.

Para pedagang minyak akan mengawasi Produk Domestik Bruto AS awal yang disetahunkan (Q4), yang diprakirakan meningkat 2,0%. Perhatian akan beralih ke Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti AS (PCE Inti) pada hari Jumat. Peristiwa ini dapat berdampak signifikan pada harga WTI dalam mata uang USD. Para pedagang minyak akan mengambil isyarat dari data tersebut dan mencari peluang perdagangan di sekitar harga WTI.


sumber : fxstreet