Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Ketegangan Antara AS-Iran
West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan turun tipis di $63,69 saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB pada hari Rabu. Kemarin, Harga WTI naik di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Para pedagang bersiap untuk menghadapi rilis laporan persediaan Minyak Mentah dari Energy Information Administration (EIA) AS pada hari Rabu.
CNBC melaporkan pada hari Selasa bahwa militer AS menembak jatuh drone Iran yang “secara agresif” mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Peristiwa ini terjadi pada saat ketegangan di Timur Tengah sedang tinggi, dengan Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran.
Selain itu, Iran meminta agar perundingan dengan AS minggu ini dilakukan di Oman daripada di Türkiye dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir, yang memperumit upaya diplomatik yang sudah rumit. Setiap tanda peningkatan ketegangan antara AS dan Iran, produsen Minyak Mentah terbesar keempat OPEC, dapat mendorong harga WTI dalam waktu dekat.
Menurut laporan mingguan American Petroleum Institute (API), persediaan Minyak Mentah di AS untuk pekan yang berakhir 30 Januari turun sebesar 11,1 juta barel, dibandingkan dengan penurunan 250.000 barel pada pekan sebelumnya. Konsensus pasar memprakirakan adanya peningkatan sebesar 700.000 barel. Penurunan signifikan dalam persediaan Minyak Mentah dapat memberikan dukungan bagi harga WTI.
Di sisi lain, pembaruan permintaan Dolar AS (USD) mungkin membatasi kenaikan harga komoditas yang berdenominasi USD. Presiden AS, Donald Trump, mencalonkan Gubernur Kevin Warsh untuk menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) AS berikutnya. Para pedagang memprakirakan laju penurunan suku bunga yang lebih lambat di bawah kepemimpinannya dan fokus pada pengurangan neraca The Fed.
sumber : fxstreet
