Harga Minyak Turun Akibat Aksi Profit Taking, Meski Risiko Geopolitik Masih Tinggi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, setelah sebelumnya mencatat kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. WTI diperdagangkan turun 0,82% ke level $ 79,55 per barel saat berita ini ditulis Pukul 14.05 WIB. Penurunan ini terutama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan di tengah reli harga akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian utama, sebagian investor menilai kenaikan harga sebelumnya telah mencerminkan sebagian besar premi risiko tersebut.

Selain aksi profit taking, pelaku pasar juga mulai mengevaluasi kemungkinan bahwa gangguan pasokan minyak global belum akan berlangsung dalam jangka panjang. Walaupun ancaman terhadap jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz masih membayangi, hingga saat ini belum terjadi penghentian total arus ekspor minyak dunia. Hal tersebut membuat sebagian trader mengurangi posisi beli spekulatif yang sebelumnya mendorong harga WTI mendekati level psikologis US$80 per barel.

Faktor lain yang menekan harga adalah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek permintaan energi global. Di tengah harga minyak yang lebih tinggi, sejumlah lembaga energi memperkirakan konsumsi minyak dunia berpotensi melambat apabila konflik berkepanjangan mulai membebani pertumbuhan ekonomi global. Proyeksi terbaru juga menunjukkan bahwa ketika gangguan pasokan mulai mereda dan distribusi melalui Selat Hormuz kembali normal, harga minyak diperkirakan akan mengalami penyesuaian turun secara bertahap.

Di sisi lain, volatilitas pasar minyak masih sangat tinggi karena perkembangan konflik AS-Iran berlangsung sangat dinamis. Setiap perkembangan baru terkait aktivitas militer, kebijakan sanksi, maupun kondisi pelayaran internasional dapat dengan cepat mengubah arah harga minyak. Oleh sebab itu, meskipun WTI terkoreksi pada sesi hari ini, sentimen fundamental secara keseluruhan masih didominasi oleh risiko geopolitik yang berpotensi kembali mengangkat harga apabila terjadi gangguan pasokan yang lebih besar.

Menurut Warren Patterson, Head of Commodities Strategy di ING, pelemahan harga minyak lebih disebabkan oleh aksi pengambilan keuntungan setelah reli yang sangat kuat dalam beberapa hari terakhir, bukan karena perubahan fundamental yang signifikan. Patterson menilai pasar masih mempertahankan geopolitical risk premium, sehingga setiap eskalasi baru di kawasan Timur Tengah berpotensi kembali mendorong kenaikan harga minyak. Namun, apabila situasi mulai mereda dan jalur distribusi energi tetap berjalan normal, premi risiko tersebut dapat berangsur-angsur berkurang sehingga memberi ruang bagi harga WTI untuk terkoreksi lebih lanjut.


sumber : reuters