Harga MInyak Sideways di Tengah Tekanan AS terhadap India

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $64,27 saat berita ini ditulis Pukul 13.10 WIB pada hari Jumat. WTI sideways di tengah kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan dan tekanan AS terhadap India untuk menghentikan impor minyak Rusia.

AS telah menggandakan tarif pada banyak impor dari India menjadi 50% karena Presiden AS, Donald Trump, menindaklanjuti ancamannya untuk menghukum India karena membeli minyak Rusia dengan diskon. Langkah ini mulai berlaku pada hari Rabu dan memperburuk kekhawatiran terhadap pasokan, yang membebani harga WTI. Para pedagang minyak akan memantau dengan cermat respons India terhadap tekanan dari AS untuk menghentikan pembelian minyak Rusia.

Reuters melaporkan bahwa Rusia meluncurkan serangan misil dan drone ke Ukraina pada hari Kamis, yang mengakibatkan kematian setidaknya 21 orang di Kyiv. Sementara itu, militer Ukraina mengatakan telah menggunakan drone untuk menyerang dua kilang minyak Rusia semalam. Ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Ukraina mungkin mendorong harga WTI naik dalam waktu dekat.

Data yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) AS pada hari Rabu menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah turun lebih dari yang diprakirakan minggu lalu. Laporan mingguan ini mengarah ke permintaan yang kuat di negara konsumen minyak terbesar di dunia dan dapat mendukung harga WTI. Stok minyak mentah di AS untuk pekan yang berakhir 22 Agustus turun 2,392 juta barel, dibandingkan dengan penurunan 6,014 juta barel pada pekan sebelumnya. Konsensus pasar memprakirakan bahwa stok akan turun sebesar 2,0 juta barel.


sumber : fxstreet