Harga Minyak Reli di Tengah Konflik Timur Tengah dan Menyusutnya Stok Minyak AS
Harga Minyak Mentah WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan menguat pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 13.55 WIB, didorong oleh meningkatnya premi risiko geopolitik di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. WTI diperdagangkan naik 2,53% ke level $95,73 per barel. Pelaku pasar meningkatkan posisi beli setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, sementara upaya diplomatik untuk meredakan konflik menunjukkan sedikit kemajuan. Kondisi ini membuat pasar memasukkan faktor risiko yang lebih besar ke dalam harga minyak.
Faktor utama yang menopang penguatan WTI adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak di kawasan Teluk Persia. Laporan terbaru menunjukkan serangkaian insiden militer yang melibatkan Iran dan sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut telah memperburuk prospek keamanan jalur pelayaran energi. Pasar khawatir bahwa ketegangan yang berlarut-larut dapat menghambat arus minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur ekspor minyak terpenting di dunia.
Selain faktor geopolitik, sentimen bullish juga didukung oleh menurunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Data industri menunjukkan stok minyak mentah AS kembali mengalami penurunan signifikan selama beberapa pekan berturut-turut. Berkurangnya cadangan minyak di tengah meningkatnya permintaan menjelang musim panas di belahan bumi utara memperkuat pandangan bahwa pasar energi saat ini berada dalam kondisi pasokan yang relatif ketat.
Dukungan tambahan datang dari peringatan yang disampaikan oleh International Energy Agency mengenai kemungkinan menurunnya stok minyak global ke level yang sangat rendah menjelang puncak konsumsi musim panas. Badan tersebut menilai bahwa gangguan pasokan yang berkepanjangan berpotensi memperburuk ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, sehingga mendorong harga minyak tetap berada pada level tinggi dalam jangka pendek.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menunggu rilis resmi data persediaan energi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada perdagangan hari ini. Ekspektasi bahwa stok minyak kembali berkurang membuat investor cenderung mempertahankan posisi beli. Jika data resmi mengonfirmasi penurunan cadangan minyak, maka penguatan WTI berpotensi berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya.
Secara keseluruhan, penguatan harga Minyak Mentah WTI didorong oleh kombinasi meningkatnya risiko geopolitik Timur Tengah, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global, penurunan persediaan minyak Amerika Serikat, serta prospek stok global yang semakin ketat. Selama ketegangan geopolitik belum mereda dan data fundamental pasokan tetap menunjukkan kondisi yang terbatas, sentimen pasar terhadap WTI cenderung tetap positif dalam jangka pendek.
sumber : reuters
