Harga Minyak Mentah Turun, Pasar Beralih dari Risiko Geopolitik ke Prospek Permintaan Global

Harga Minyak Mentah WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan melemah pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 13.10 WIB setelah sebelumnya mengalami reli tajam pada hari perdagangan sebelumnya. WTI diperdagangkan turun 1,33% ke level $91,22 per barel. Tekanan jual muncul terutama akibat aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar setelah kenaikan harga yang didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Setelah melonjak lebih dari 5% pada awal pekan, sebagian investor memilih mengamankan keuntungan sehingga memicu koreksi harga WTI.

Faktor utama yang menekan harga minyak hari ini adalah munculnya harapan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan berkembang menjadi gangguan pasokan yang lebih besar. Presiden AS menyatakan bahwa komunikasi dan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sehingga pasar mulai memperhitungkan kemungkinan tercapainya kesepakatan yang dapat menjaga kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz. Harapan berkurangnya risiko gangguan pasokan tersebut mengurangi premi risiko yang sebelumnya terakumulasi dalam harga minyak.

Selain itu, pasar juga masih dibayangi kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan permintaan minyak global. Sejumlah analis menilai bahwa pelemahan konsumsi energi di beberapa negara besar mulai menjadi faktor dominan dibandingkan isu pasokan. Data terbaru menunjukkan permintaan bahan bakar transportasi dan sektor industri tumbuh lebih lambat dibandingkan proyeksi sebelumnya, sehingga membatasi potensi kenaikan harga minyak yang berkelanjutan.

Sentimen bearish juga diperkuat oleh ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan tetap cukup longgar sepanjang 2026. Beberapa lembaga energi internasional memperkirakan produksi minyak dunia akan tumbuh lebih cepat dibandingkan konsumsi, sehingga berpotensi menciptakan surplus pasokan. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati mengejar harga minyak lebih tinggi meskipun risiko geopolitik masih ada.

Di sisi lain, pasar saat ini sedang menunggu data persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Survei awal menunjukkan stok minyak AS kemungkinan mengalami penurunan, yang seharusnya menjadi faktor pendukung harga. Namun, pengaruh positif tersebut sementara tertutupi oleh aksi profit taking dan perkembangan diplomatik terkait Iran. Akibatnya, harga WTI bergerak turun pada perdagangan siang hari meskipun fundamental pasokan jangka pendek masih relatif ketat.

Secara keseluruhan, penurunan harga WTI lebih disebabkan oleh kombinasi aksi ambil untung setelah reli kuat, optimisme terhadap kelanjutan dialog AS-Iran yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan, serta kekhawatiran terhadap prospek permintaan minyak global dan potensi surplus pasokan pada tahun 2026. Selama tidak ada eskalasi baru di Timur Tengah, pasar minyak berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan fokus utama beralih ke data ekonomi global dan laporan persediaan minyak AS.


sumber : reuters