Harga Minyak Menguat saat Progres De-eskalasi di Timur Tengah

Harga Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat pada hari Kamis dan diperdagangkan di sekitar area $92,13 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.50 WIB.

Menteri luar negeri Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran sedang meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang tetapi tidak berniat mengadakan perundingan untuk meredakan konflik yang meluas di Timur Tengah. Selain itu, penempatan tambahan pasukan AS di wilayah tersebut mengarah ke risiko eskalasi lebih lanjut dalam konflik, yang menyebabkan kenaikan harga Minyak Mentah yang cukup baik pada hari Rabu.

Sementara itu, infrastruktur energi di Iran tetap berada di bawah tekanan. Selain itu, penutupan efektif Selat Hormuz menjaga premi risiko geopolitik tetap berlaku dan ternyata menjadi faktor lain yang berperan sebagai pendorong bagi emas hitam. Namun, para pedagang tampaknya enggan menempatkan taruhan agresif dan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut dalam konflik tersebut.

Sementara itu, ekspektasi bahwa lonjakan harga energi yang dipicu perang akan membangkitkan kembali inflasi dan mendorong Federal Reserve (The Fed) AS untuk mengadopsi sikap yang lebih hawkish terus mendukung Dolar AS (USD). Penguatan USD lebih lanjut cenderung melemahkan permintaan komoditas-komoditas berdenominasi USD dan semakin berkontribusi untuk menahan harga Minyak Mentah.


sumber : fxstreet