Harga Minyak Menguat, Ketegangan Hormuz Kembali Tekan Pasokan

Harga minyak melanjutkan penguatan pada Selasa setelah melonjak lebih dari 6% pada hari sebelumnya. West Texas Intermediate (WTI) meningkat 1,48% ke level US$83,48 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Kenaikan terjadi setelah harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin memudar.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling menuntut kompensasi atas serangan militer terbaru. Washington menyatakan bahwa Selat Hormuz masih terbuka, sedangkan Teheran mengklaim telah menutup jalur tersebut dengan menggunakan ranjau dan drone. Presiden AS Donald Trump juga menuntut Iran memberikan kompensasi atas korban jiwa akibat konflik tersebut.

Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman untuk menetapkan rute pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Namun, Teheran tetap mensyaratkan kompensasi serta pencabutan seluruh sanksi AS sebelum jalur strategis tersebut dapat dibuka kembali. Ketidakpastian tersebut kembali meningkatkan premi risiko di pasar minyak.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global karena sebelumnya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi menekan pasokan dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Situasi ini semakin diperburuk oleh serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas Saudi Aramco di Jazan.

Houthi juga mengancam membuka front baru dalam konflik dengan menyerang kapal dan infrastruktur minyak di kawasan Laut Merah. Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak. Selama ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan konflik regional masih berlangsung, risiko kenaikan harga minyak diperkirakan tetap tinggi.


sumber : investing