Harga Minyak Menguat di Tengah Ketegangan AS-Iran, Tren Bullish Masih Terjaga
Harga West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan minyak mentah Amerika Serikat, mengawali pekan dengan penguatan dan diperdagangkan naik 1,45% ke level US$92,63 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB di hari Senin. Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. WTI kini berada tidak jauh dari level tertinggi sejak 24 Juli 2026 yang dicapai pada Kamis pekan lalu, sehingga momentum penguatan masih terlihat cukup kuat dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek.
Sentimen positif terhadap minyak terutama didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Pasukan Amerika Serikat dilaporkan menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menargetkan enam kapal sebagai tindakan balasan. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Apabila gangguan terhadap pelayaran dan distribusi minyak berlangsung lebih lama, risiko berkurangnya pasokan dapat semakin besar dan memberikan dukungan tambahan terhadap harga WTI.
Dari sisi teknikal, WTI masih mempertahankan struktur bullish karena harga berada jauh di atas SMA 100-hari yang berada di sekitar US$85,21 serta masih bertahan di atas retracement Fibonacci 50% dari penurunan April hingga Juli. Momentum kenaikan juga didukung oleh indikator teknikal. RSI 14 berada di sekitar 64, menunjukkan tekanan beli masih dominan meskipun harga mulai mendekati area yang relatif tinggi. Sementara itu, histogram MACD terus melebar di wilayah positif, mengindikasikan momentum bullish masih berkembang dan memberikan ruang bagi harga untuk menguji resistance berikutnya.
Pada sisi atas, resistance terdekat berada di level Fibonacci 61,8% sekitar US$91,73. Penembusan yang kuat di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance berikutnya di sekitar US$98,48 yang merupakan Fibonacci 78,6%. Jika momentum bullish berlanjut dan level tersebut berhasil ditembus, perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada zona swing high terbaru di sekitar US$107,07. Oleh karena itu, area US$91,73 menjadi level penting untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren kenaikan WTI dalam jangka pendek.
Di sisi bawah, support awal berada di sekitar US$86,99 yang merupakan Fibonacci 50% dan diperkuat oleh SMA 100-hari di sekitar US$85,21. Support berikutnya berada di sekitar US$82,26. Secara keseluruhan, bias WTI masih bullish selama harga mampu bertahan di atas zona support US$85,21–US$86,99. Pullback menuju area tersebut masih berpotensi dipandang sebagai koreksi sehat dalam tren naik. Namun, penembusan tegas di bawah SMA 100-hari dapat melemahkan struktur bullish dan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam.
sumber : fxstreet
