Harga MInyak Melonjak, Seiring Meluasnya Konflik AS-Israel dengan Iran

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $76,37 saat berita ini ditulis Pukul 13.55 WIB pada hari Rabu. WTI melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 seiring dengan meluasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran yang secara serius mengganggu pasokan energi global.

Pasukan Israel dan AS menyerang target di seluruh Iran pada hari Selasa, mendorong serangan balasan Iran di sekitar Teluk saat konflik menyebar ke Lebanon. Seorang komandan di Korps Pengawal Revolusi Islam (Islamis Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup dan Iran akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melintas.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada Selasa malam bahwa angkatan laut AS akan menawarkan jaminan kepada kapal-kapal di Teluk setelah Iran sebagian besar berhasil menutup Selat Hormuz. Trump menambahkan bahwa militer AS akan menemani kapal-kapal melewati Selat Hormuz jika diperlukan. Risiko gangguan pasokan minyak di Timur Tengah dapat mendorong harga WTI dalam waktu dekat.

Menurut laporan mingguan American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah di AS untuk minggu yang berakhir 27 Februari meningkat sebesar 5,6 juta barel, dibandingkan dengan kenaikan 11,4 juta barel pada minggu sebelumnya. Konsensus pasar adalah 2,19 juta barel.

Para pedagang bersiap untuk menghadapi rilis laporan dari Energy Information Administration (EIA), yang akan dirilis nanti pada hari Rabu. Penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari yang diprakirakan mengindikasikan permintaan lebih kuat dan dapat mengangkat harga WTI, sementara peningkatan yang lebih besar dari yang diprakirakan menandakan permintaan lebih lemah atau pasokan berlebih, yang mungkin membebani harga WTI.


sumber : fxstreet