Harga Minyak Melonjak di Tengah Ketegangan Timur Tengah
West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan di sekitar $59,25 saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB pada hari Senin. Harga WTI melonjak saat ketegangan di Iran memicu kekhawatiran di pasar Minyak. Para trader bersiap untuk menghadapi rilis laporan stok Minyak Mentah American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa.
Presiden AS, Donald Trump, sedang mempertimbangkan serangkaian opsi militer potensial di Iran setelah protes mematikan di negara tersebut, lapor CNN pada hari Minggu. Trump mengancam akan ada konsekuensi jika otoritas Iran menargetkan warga sipil, sementara Teheran memperingatkan AS dan Israel soal intervensi apa pun. Situasi di Iran menempatkan hampir 2 juta barel per hari ekspor Minyak dalam risiko gangguan, yang dapat mendorong harga WTI dalam waktu dekat.
“Pasar tampaknya lebih fokus pada kerusuhan yang semakin intens di Iran di tengah retorika yang memanas dan fundamental yang tangguh,” kata Amarpreet Singh, analis Barclays.
Namun, dorongan AS untuk menarik perusahaan-perusahaan Minyak kembali ke Venezuela mungkin membatasi kenaikan harga emas hitam. Trump mengatakan minggu lalu bahwa pemerintah interim Venezuela setuju untuk memberikan sebanyak 50 juta barel Minyak “berkualitas tinggi dan yang dikenakan sanksi” kepada AS. Trump menambahkan bahwa AS menginginkan akses penuh ke Minyak Venezuela setelah penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu.
Laporan stok Minyak Mentah API akan diterbitkan pada hari Selasa. Penurunan persediaan Minyak Mentah yang lebih besar dari yang diprakirakan mengindikasikan permintaan lebih kuat dan dapat mendorong harga WTI, sementara peningkatan yang lebih besar dari yang diprakirakan menandakan permintaan lebih lemah atau pasokan berlebih, yang mungkin menarik harga WTI lebih rendah.
sumber : fxstreet
