Harga Minyak Melemah di Tengah Ketidakpastian Aliran Minyak Venezuela

West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan di sekitar $58,03 saat berita ini ditulis Pukul 13.10 WIB pada hari Selasa. Harga WTI melemah saat para trader menilai kemungkinan dampak pada aliran Minyak Mentah dari Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS.

Selama akhir pekan, militer AS memasuki Venezuela, menangkap dan membawa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, ke New York. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pada hari Sabtu bahwa Washington akan mengelola Venezuela setidaknya untuk sementara dan memanfaatkan cadangan Minyaknya yang besar untuk dijual ke negara-negara lain. Pemerintahan Trump telah berbicara dengan beberapa perusahaan Minyak tentang membangun kembali Venezuela, menurut Taylor Rogers, juru bicara Gedung Putih.

Para trader terus mencerna berita tentang penangkapan Maduro dan bahwa AS akan mengambil alih negara anggota OPEC yang ekspor Minyak Mentahnya telah dikenakan sanksi AS yang masih berlaku. “Yang tidak diketahui pasar Minyak adalah bagaimana aliran Minyak dari Venezuela akan berubah akibat tindakan AS,” kata para analis Aegis Hedging.

Perkembangan seputar perubahan aliran Minyak Venezuela akan diawasi dengan cermat. Setiap tanda peningkatan ketegangan geopolitik dan risiko-risiko gangguan yang terkait dengan Venezuela dapat mendorong harga WTI naik dalam waktu dekat.

Rilis laporan stok Minyak Mentah American Petroleum Institute (API) akan menjadi sorotan nanti pada hari Selasa. Penurunan stok Minyak Mentah yang lebih besar dari yang diprakirakan mengindikasikan permintaan yang lebih kuat dan dapat mendorong harga WTI naik, sementara peningkatan yang lebih besar dari yang diprakirakan menandakan permintaan lebih lemah atau pasokan berlebih, yang mungkin menarik harga WTI lebih rendah.


sumber : fxstreet