Harga Minyak Lanjutkan Penurunan saat EIA Laporkan Penurunan Cadangan Minyak AS

West Texas Intermediate (WTI), patokan Minyak Mentah AS, diperdagangkan di sekitar $56,15 saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB pada hari Kamis. Harga WTI lanjutkan penurunan saat laporan persediaan Minyak Mentah menunjukkan penurunan yang lebih tajam dari yang diprakirakan. Para pedagang akan mengambil lebih banyak isyarat dari data ketenagakerjaan AS untuk bulan Desember, yang akan dipublikasikan nanti pada hari Jumat.

Menurut laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) AS, persediaan Minyak Mentah di AS untuk minggu yang berakhir 2 Januari turun sebesar 3,831 juta barel, dibandingkan dengan penurunan sebesar 1,934 juta barel pada minggu sebelumnya. Konsensus pasar memprakirakan bahwa stok akan naik sebesar 1,1 juta barel. Penurunan persediaan Minyak Mentah yang lebih besar dari yang diprakirakan mengindikasikan permintaan lebih kuat dan umumnya mendorong harga WTI naik dalam jangka pendek.

Menteri Energi AS menyatakan bahwa pemerintahan Trump perlu mengendalikan penjualan dan pendapatan Minyak Venezuela tanpa batas waktu untuk menstabilkan ekonomi negara tersebut dan membangun kembali sektor Minyaknya. Pasukan AS menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, dalam serangan di ibu kota, Caracas, pada hari Sabtu.

Laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Desember akan menjadi sorotan nanti pada hari Jumat. Ekonomi AS diproyeksikan akan menunjukkan penambahan 66.000 lapangan pekerjaan di bulan Desember, sementara tingkat pengangguran diprakirakan akan turun menjadi 4,5% selama periode yang sama. Tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja AS dapat menyeret Dolar AS (USD) lebih rendah dan mendukung harga komoditas yang berdenominasi USD.


sumber : fxstreet