Harga Minyak Konsolidasi, Momentum Bullish Mulai Melambat
Harga West Texas Intermediate (WTI) bergerak konsolidatif selama tiga hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar US$84,75 pada hari Kamis. Para pelaku pasar masih berhati-hati untuk mengambil posisi baru karena menunggu perkembangan lebih lanjut terkait krisis Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat WTI kesulitan melanjutkan reli menuju level tertinggi tiga minggu yang dicapai pada hari Selasa, terutama karena harga masih menghadapi hambatan psikologis di US$85,00.
Secara teknikal, bias jangka pendek WTI masih cenderung bullish karena harga bertahan di atas EMA 200 periode pada grafik 4 jam di sekitar US$80,78 serta level Fibonacci retracement 50,0% di US$82,95. Namun, harga masih kesulitan menembus Fibonacci retracement 61,8% di US$85,17. Selama area support tersebut mampu dipertahankan, struktur kenaikan masih relatif terjaga dan koreksi harga berpotensi menjadi kesempatan bagi pembeli untuk kembali masuk.
Indikator momentum menunjukkan bahwa tekanan bullish mulai kehilangan kekuatan. MACD sedikit bergerak ke wilayah negatif, sedangkan RSI berada di 58,97 dan masih menunjukkan kondisi bullish tanpa memasuki area jenuh beli. Kombinasi tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan sedang melambat, tetapi belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang kuat. Dengan demikian, risiko koreksi tetap ada, namun penurunan berpotensi masih bersifat terbatas selama support utama tidak ditembus.
Pada sisi bawah, support terdekat berada di US$82,95 yang merupakan Fibonacci retracement 50,0%. Jika level tersebut ditembus, perhatian berikutnya tertuju pada zona US$80,78–US$80,73, yang diperkuat oleh EMA 200 periode dan Fibonacci retracement 38,2%. Penembusan yang meyakinkan di bawah zona tersebut dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju US$77,98, kemudian level struktural di sekitar US$73,55.
Sementara itu, pada sisi atas, resistance utama berada di US$85,17 yang merupakan Fibonacci retracement 61,8%. Penembusan dan penutupan yang kuat di atas level tersebut akan menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren bullish, dengan target berikutnya di sekitar US$88,33. Jika momentum tetap kuat, WTI berpotensi menguji kembali level tertinggi siklus di US$92,35. Oleh karena itu, untuk saat ini, WTI masih memiliki bias bullish moderat, tetapi pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area US$85,00–US$85,17 sebelum mengantisipasi kenaikan lebih lanjut.
sumber : fxstreet
