Harga Minyak Cenderung Sideways, Setelah Dibuka Gap Down
Pada pembukaan sesi Eropa ini, harga WTI crude oil diperdagangkan di kisaran $65,74 per barel, setelah mengalami kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya tetapi kemudian relatif stabil atau sedikit turun saat pasar Eropa mulai aktif. Data pasar menunjukkan bahwa rally harga yang terjadi beberapa hari terakhir belum terus berlanjut tajam di awal minggu ini, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan makro dan geopolitik.
Salah satu faktor dominan yang masih memengaruhi harga minyak adalah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran pasar tentang kemungkinan gangguan pasokan akibat risiko konflik di Timur Tengah telah menambah premium risiko pada harga minyak, sehingga meskipun permintaan global relatif lemah, harga tetap di atas level support pentingnya. Namun prospek pembicaraan nuklir yang lebih lanjut antara kedua negara sedikit meredakan kekhawatiran tersebut, sehingga pergerakan harga WTI hari ini cenderung berhati-hati.
Selain geopolitik, sentimen global juga ikut menekan harga minyak. Kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan — termasuk tarif impor baru yang diumumkan AS — telah memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global, yang berpotensi menurunkan permintaan energi. Ketidakpastian ini turut memberikan tekanan pada pergerakan WTI di sesi Eropa, di mana pelaku pasar cenderung merespon sinyal pertumbuhan global saat pengambilan posisi.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa pasar minyak tidak sepenuhnya didorong oleh faktor permintaan kuat saat ini. Beberapa laporan memperlihatkan adanya penurunan inventori minyak di AS, namun di sisi lain ekspektasi pasokan dari kelompok OPEC+ yang masih stabil atau berpotensi meningkat menjadi faktor yang menahan kenaikan harga lebih jauh. Kombinasi ini menciptakan lingkungan pasar yang relatif seimbang (atau sedikit bearish) di awal sesi Eropa.
Dalam kerangka jangka pendek, WTI crude diperkirakan akan bergerak dalam kisaran terbatas (sideways) selama sesi Eropa ini, dengan tekanan campuran dari faktor fundamental dan sentimen risiko. Titik resistensi teknikal berada di sekitar level harga tertinggi pekan lalu, sedangkan dukungan utama terletak dekat dengan level mid-$65. Peluang breakout ke atas tetap ada jika terjadi eskalasi konflik geopolitik atau kejutan pasokan, namun sebaliknya jika pembicaraan diplomatik menunjukkan kemajuan, pasar bisa melihat koreksi lanjutan.
sumber : reuters
