Harga Minyak Bertahan di Area Tinggi, Bias Bullish Masih Terjaga
West Texas Intermediate (WTI), yang merupakan patokan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di US$90,05 per barel pada awal perdagangan sesi Eropa hari Kamis. Harga WTI kesulitan melanjutkan kenaikan setelah sebelumnya mencatat penguatan, tetapi masih bertahan di dekat level tertinggi sejak 24 Juli 2026 yang dicapai pada Rabu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih mempertahankan premi risiko geopolitik di tengah berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Potensi gangguan terhadap jalur distribusi energi strategis tersebut menjadi faktor yang masih mendukung harga minyak.
Dari sisi fundamental, risiko geopolitik menjadi salah satu katalis utama bagi WTI dalam jangka pendek. Ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Selama situasi tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang kuat, pelaku pasar cenderung mempertahankan premi risiko pada harga minyak. Meskipun aksi ambil untung dapat membatasi kenaikan dalam jangka pendek, kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan membuat ruang penurunan WTI relatif terbatas.
Dari sisi teknikal, WTI masih mempertahankan bias bullish jangka pendek selama harga berada di atas SMA 100-hari di US$85,10 dan Fibonacci retracement 50% di US$86,86. Indikator momentum juga masih menunjukkan kondisi yang konstruktif. Relative Strength Index (RSI) 14 berada di sekitar 62, menandakan momentum bullish cukup kuat tetapi belum memasuki wilayah jenuh beli. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di atas garis nol dengan pembacaan positif dan histogram yang semakin melebar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembeli masih memiliki kendali atas pergerakan harga dan koreksi berpotensi kembali mendapatkan tekanan beli.
Di sisi atas, resistance terdekat berada pada Fibonacci retracement 61,8% di US$91,58. Penembusan dan penutupan yang kuat di atas level tersebut dapat menjadi sinyal lanjutan bagi pembeli sekaligus membuka peluang kenaikan menuju US$98,31 yang merupakan Fibonacci retracement 78,6%. Apabila momentum bullish semakin kuat, target berikutnya berada di sekitar US$106,87 yang merupakan puncak siklus sebelumnya. Oleh karena itu, area US$91,58 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
Sementara itu, support awal berada di US$86,86 pada Fibonacci retracement 50%, diikuti oleh SMA 100-hari di US$85,10. Jika kedua level tersebut mampu dipertahankan, struktur bullish WTI masih tetap valid dan peluang kenaikan lebih lanjut terbuka. Namun, penembusan US$85,10 akan meningkatkan risiko koreksi menuju US$82,14 pada Fibonacci 38,2%. Jika tekanan jual semakin besar, level US$76,29 dan US$66,84 menjadi support struktural berikutnya. Secara keseluruhan, bias WTI masih bullish, dengan US$86,86–US$85,10 sebagai zona pertahanan utama dan US$91,58 sebagai level konfirmasi untuk potensi kenaikan berikutnya.
sumber : fxstreet
