Harga Minyak Akhir Pekan Rebound; Catatkan Penurunan Tujuh Minggu Berturut-turut

Harga minyak berakhir menguat pada akhir pekan hari Jumat, namun masih mencatat penurunan minggu ketujuh berturut-turut karena rekor produksi dan kekhawatiran permintaan membebani harga.

Minyak mentah berjangka WTI AS kontrak bulan Januari naik $1,89, atau 2,73%, menjadi $71,23 per barel.
Minyak mentah berjangka Brent kontrak bulan Februari naik $1,79, atau 2,42%, menjadi $75,84 per barel.

Minyak mentah AS dan brent kehilangan sekitar 4% untuk minggu ini meskipun terjadi rebound pada hari Jumat. Terakhir kali WTI membukukan penurunan tujuh minggu berturut-turut adalah lima tahun lalu.

Namun ada yang memberikan dukungan, yaitu data menunjukkan sentimen konsumen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Desember, sebuah perkembangan yang kemungkinan akan disambut baik oleh pejabat Federal Reserve.

Sementara itu, Arab Saudi dan Rusia, dua eksportir minyak terbesar dunia, pada hari Kamis menyerukan semua anggota OPEC+ untuk bergabung dalam perjanjian pengurangan produksi hanya beberapa hari setelah pertemuan klub produsen yang penuh perselisihan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya pekan lalu menyetujui pengurangan produksi gabungan sebesar 2,2 juta barel per hari (bph) untuk kuartal pertama tahun depan. Namun pasar khawatir bahwa beberapa anggota mungkin tidak mematuhi komitmen mereka.

Penurunan harga minyak juga akibat data bea cukai China yang menunjukkan impor minyak mentah Tiongkok pada bulan November turun 9% dari tahun sebelumnya karena tingkat persediaan yang tinggi, indikator ekonomi yang lemah, dan melambatnya pesanan dari penyulingan independen yang melemahkan permintaan.

Data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan dan penurunan tingkat pengangguran, menandakan ketahanan di pasar tenaga kerja dan mengurangi harapan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada awal tahun depan.

Analyst memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun dengan penguatan dolar AS dan sentimen The Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $69,94-$68,66. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $72,07-$72,92.


sumber : vibiznews