Harga Emas Turun Tipis, tapi Cetak Kenaikan Mingguan

Harga emas turun tipis pada Jumat (8/3/2025). Namun, tetap mencatat kenaikan mingguan seiring meningkatnya permintaan safe haven dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.
Dikutip dari CNBC internasional, kondisi ini menguatkan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini.
Harga emas spot turun 0,1% dan ditutup di US$ 2.909,51 per ons. Namun, dalam sepekan terakhir, emas telah menguat sekitar 1,7%, dipicu oleh ketidakpastian yang muncul akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang terus berubah-ubah.
Dolar AS mengalami tekanan dan jatuh ke level terendah dalam empat bulan, mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November 2022. Melemahnya dolar membuat emas, yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, lebih murah bagi investor asing.
Senior Market Strategist di RJO Futures Bob Haberkorn menyatakan, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi memberikan dorongan bagi emas, ditambah dengan pelemahan dolar dalam sepekan ini.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa ekonomi hanya menambah 151 ribu lapangan kerja pada Februari, lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan kenaikan 160 ribu. Tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,1%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 4%.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant menilai, pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi, dengan minat terhadap aset safe haven seperti emas yang terus memberikan dukungan.
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan, bank sentral akan berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Meski inflasi tetap menjadi perhatian, perekonomian AS disebut masih berada dalam kondisi yang baik.
Saat ini, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 76 basis poin hingga akhir tahun, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.
Sementara itu, China terus menambah cadangan emasnya untuk bulan keempat berturut-turut pada Februari, menurut data dari Bank Sentral China.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 32,35 per ons, platinum melemah 0,6% menjadi US$ 960,70, sementara palladium naik tipis 0,4% menjadi US$ 946,15 per ons.
sumber : investor.id