Harga Emas Turun di Tengah Memanasnya Geopolitik dan Pertemuan Bank Sentral Global
Harga emas dunia turun pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026), di tengah memanasnya ketegangan geopolitik serta fokus pelaku pasar terhadap rangkaian pertemuan bank sentral global, termasuk The Fed.
Harga emas spot ditutup jatuh 0,58% di level US$ 4.681,72 per ons.
Dikutip dari Reuters, tekanan terhadap emas terjadi seiring belum adanya kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran, yang turut menyeret Israel. Situasi ini membuat harga minyak tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan, pasar masih meragukan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat, terutama terkait pembukaan kembali jalur vital energi global, Selat Hormuz.
“Pasar melihat peluang tercapainya kesepakatan yang kuat masih kecil dalam waktu dekat. Ini menjadi sentimen negatif bagi emas dan perak,” ujarnya.
Upaya diplomasi antara Washington dan Teheran sejauh ini masih berlangsung, meski belum menunjukkan hasil signifikan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump disebut membatalkan rencana pengiriman utusan dan meminta Iran mengambil inisiatif jika ingin mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent oil sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan. Hal ini dipicu masih terbatasnya akses di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Lonjakan harga energi turut memperkuat tekanan inflasi. Kondisi ini dinilai akan menyulitkan The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut Melek, inflasi yang masih jauh di atas target membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi terbatas. “Ini menjadi faktor negatif bagi emas,” tambahnya.
Emas memang dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menanti hasil pertemuan bank sentral utama dunia, termasuk The Fed, yang akan merilis pernyataan kebijakan pada Rabu (29/4/2026) waktu setempat. Pertemuan ini juga berpotensi menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai ketua The Fed.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Perak turun 0,24% dan ditutup di US$ 75,47 per ons
sumber : investor.id
