Harga Emas Turun, Catat Pelemahan Dua Pekan Berturut-turut
Harga emas turun dalam pada Jumat (13/3/2026), serta mencatat pelemahan dua pekan berturut-turut. Pelemahan ini didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi akibat konflik di Iran, yang menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Harga emas jatuh 1,23% dan ditutup di level US$ 5.016,39 per ons. Secara mingguan, harga emas telah anjlok lebih dari 2%.
“Pasar tetap bullish jangka panjang terhadap emas sebagai aset, namun hartga emas terus menurun sejak konflik Iran dimulai, sementara dolar AS berada di level tertinggi hampir empat bulan,” ujar pedagang logam independen Tai Wong dikutip dari CNBC internasional.
Penguatan dolar AS membuat emas yang dihargai dalam mata uang greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Menurut catatan Commerzbank, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi faktor utama tekanan pada harga emas.
Emas memang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, suku bunga tinggi cenderung menekan daya tariknya karena meningkatkan biaya memegang emas.
Sementara itu, data terbaru menunjukkan pengeluaran konsumen AS naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada Januari. Kenaikan ini, ditambah inflasi yang masih kuat dan perang di Timur Tengah, memperkuat pandangan ekonom bahwa The Fed kemungkinan belum akan melanjutkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump menyatakan, AS akan ‘menyerang Iran dengan sangat keras dalam minggu depan’, beberapa saat setelah mengeluarkan waiver 30 hari parsial untuk pembelian minyak Rusia yang disanksi.
Harga minyak sempat turun, namun tetap berpotensi mencatat kenaikan mingguan karena gangguan pasokan di Teluk akibat konflik terus berlanjut.
Di sisi lain, sebagian penerbangan dari Dubai telah kembali beroperasi, memungkinkan arus emas dari hub perdagangan global ini kembali berjalan sebagian minggu ini, menurut tiga sumber kepada Reuters.
Selain emas, logam lain juga melemah. Harga perak ambles 4,27% dan ditutup di US$ 80,25 per ons.
sumber : investor.id
