Harga Emas Tertekan Sikap Hawkish The Fed, tetapi Tren Jangka Pendek Masih Bullish

Harga emas (XAUUSD) lanjutkan tekanan jual dan diperdagangkan di US$4.435,25 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.40 WIB di hari Senin. Pelemahan tersebut terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menyampaikan pidato yang lebih hawkish dari perkiraan dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa inflasi AS belum menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan dan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila para pengambil kebijakan belum yakin tekanan harga bergerak menuju target. Pernyataan tersebut mendorong kenaikan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga.

Setelah pidato Warsh, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat menjadi 56,9%, dari 39,9% sebelumnya. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88,7%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Perubahan ekspektasi tersebut memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga dapat mengurangi minat investor terhadap emas.

Tekanan terhadap emas juga berasal dari meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Militer AS dilaporkan menyerang peluncur roket Iran yang diduga sedang mempersiapkan pemasangan ranjau di Selat Hormuz. Eskalasi tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan risiko inflasi yang berasal dari kenaikan harga minyak. Kondisi ini dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Meski demikian, TD Securities menilai perubahan sikap Warsh kemungkinan hanya memicu koreksi sebagian pada emas, bukan sepenuhnya membalikkan sentimen positif yang telah terbentuk.

Secara fundamental, komunikasi The Fed saat ini masih menunjukkan kecenderungan hawkish. Warsh menekankan pentingnya memastikan inflasi inti benar-benar bergerak menuju target PCE 2%, sementara kondisi konsumsi, pasar tenaga kerja, dan investasi bisnis masih relatif kuat. Indeks Sentimen Fed FXS juga tetap tinggi di 129,70, menunjukkan latar belakang kebijakan yang masih mendukung Dolar AS. Kombinasi tersebut dapat membatasi kenaikan emas dalam jangka pendek, terutama apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan tekanan harga yang persisten.

Dari perspektif teknikal, XAUUSD masih mempertahankan bias bullish karena harga berada di atas SMA 100-hari dan garis tengah Bollinger Band 20-hari. RSI berada di 54, menunjukkan momentum masih sedikit positif tanpa memasuki kondisi jenuh beli. Resistance terdekat berada di sekitar US$4.725, dan penembusan berkelanjutan di atas level tersebut dapat membuka peluang menuju rekor tertinggi baru. Sementara itu, support awal berada di sekitar US$4.430, diikuti SMA 100-hari di US$4.370. Jika tekanan jual semakin kuat, emas berpotensi menguji batas bawah Bollinger Band di sekitar US$4.135.


sumber : fxstreet