Harga Emas Tertekan Risalah Hawkish The Fed, tetapi Penurunan Masih Terbatas
Harga Emas (XAUUSD) mengalami tekanan moderat pada perdagangan Kamis dan bergerak di bawah level US$4.500, meskipun masih berada dekat level tertinggi sejak awal Juni 2026. Penguatan terbatas Dolar AS setelah sebelumnya melemah ke level terendah tiga bulan memberikan tekanan terhadap emas. Sentimen tersebut terutama dipengaruhi oleh Risalah FOMC 28–29 Juli yang menunjukkan bahwa sejumlah pejabat Federal Reserve masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi belum menunjukkan kemajuan yang cukup menuju target 2%.
Risalah FOMC yang cenderung hawkish tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 2026 tetap terbuka. Selain itu, meningkatnya harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah berpotensi kembali memberikan tekanan terhadap inflasi AS. Kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz juga mempertahankan premi risiko geopolitik dan mendukung permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Kondisi tersebut menjadi faktor yang membatasi potensi kenaikan Emas dalam jangka pendek.
Namun, tekanan terhadap Emas belum terlalu kuat karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS mengalami penurunan. Departemen Keuangan AS juga mengumumkan rencana untuk meningkatkan operasi pembelian kembali surat utang pemerintah bertenor panjang mulai September. Kebijakan tersebut membantu menekan imbal hasil Treasury 30 tahun dan memberikan dukungan terhadap logam mulia. TD Securities menilai peningkatan operasi pembelian kembali tersebut memberikan dorongan positif bagi pasar logam, sehingga dapat membantu menjaga minat terhadap Emas meskipun prospek kebijakan The Fed masih relatif hawkish.
Dari sisi fundamental, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data ekonomi AS, termasuk Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Mingguan. Pernyataan pejabat The Fed serta perkembangan terbaru terkait konflik AS-Iran juga berpotensi meningkatkan volatilitas USD dan Emas. Jika data ekonomi AS melemah dan imbal hasil Treasury kembali turun, Emas berpeluang mendapatkan momentum bullish. Sebaliknya, data yang kuat serta pernyataan The Fed yang semakin hawkish dapat meningkatkan tekanan jual pada XAUUSD.
Secara teknikal, XAUUSD menghadapi resistance kuat pada area US$4.510–US$4.515, yang merupakan pertemuan SMA 200-hari dan Fibonacci retracement 61,8%. RSI berada di 65,17 dan MACD masih positif, sehingga momentum bullish belum sepenuhnya hilang, meskipun ruang kenaikan mulai terbatas. Support terdekat berada di US$4.404, kemudian US$4.295 dan US$4.159. Jika mampu menembus dan bertahan di atas US$4.515, peluang kenaikan berikutnya terbuka menuju US$4.670 hingga US$4.869. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance tersebut dapat memicu koreksi menuju US$4.404 dan US$4.295.
sumber : fxstreet
