Harga Emas Tertekan, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Harga emas (XAUUSD) melemah pada awal pekan dan menjauh dari level tertinggi sejak 17 Juni 2026 yang dicapai setelah rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang mengecewakan. Ekonomi AS secara tak terduga kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, sementara data Juni direvisi turun menjadi 20 ribu dari sebelumnya 57 ribu. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut mengurangi alasan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga dan sempat menekan Dolar AS (USD), sehingga memberikan dukungan bagi emas.

Namun, dukungan tersebut tidak bertahan lama karena ketidakpastian konflik AS-Iran kembali meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Iran masih mempertahankan sejumlah syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang. Penolakan Teheran terhadap perundingan langsung dengan Washington turut mempertahankan premi risiko geopolitik dan membatasi penguatan harga emas.

Kebuntuan AS-Iran juga mendorong kenaikan harga minyak mentah karena pasar kembali mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan energi. Kenaikan harga energi berisiko meningkatkan inflasi dan membuat bank-bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat. Ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun turut mendukung imbal hasil obligasi AS dan Dolar AS, sehingga menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Perhatian investor kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, khususnya Indeks Harga Konsumen (IHK). Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi penurunan imbal hasil obligasi serta penguatan emas. Sebaliknya, data inflasi yang tinggi dapat memperkuat Dolar AS dan membatasi kenaikan XAUUSD.

Secara teknikal, bias emas masih cenderung konstruktif, tetapi ruang kenaikan menghadapi sejumlah resistance penting. Resistance terdekat berada di SMA 100-hari sekitar US$4.390, kemudian US$4.414 dan SMA 200-hari di sekitar US$4.496. Di sisi bawah, support berada di sekitar US$4.303, US$4.166, dan zona US$3.944. Selama harga bertahan di atas area support utama, peluang pemulihan masih terbuka, tetapi arah berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.


sumber : fxstreet