Harga Emas Terkoreksi, Setelah Sempat Sentuh Level Tertinggi Sebulan
Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Rabu (15/4/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan terbaru hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta implikasinya terhadap arah suku bunga global.
Harga emas spot ditutup turun 1,05% menjadi US$ 4.790,64 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 18 Maret 2026.
Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan, pelemahan harga emas saat ini lebih disebabkan aksi ambil untung yang wajar, setelah harga logam mulia tersebut mencetak kenaikan signifikan dalam beberapa sesi terakhir.
“Emas dan perak hanya mengalami aksi profit taking ringan setelah menyentuh level tertinggi dalam perdagangan sebelumnya,” ujarnya dikutip dari CNBC Internasional.
Menurut dia, pergerakan emas belakangan ini cenderung tidak sejalan dengan perannya sebagai aset safe haven. Harga emas justru menguat saat sentimen risiko membaik, dan melemah ketika pasar diliputi kekhawatiran.
“Pelaku pasar saat ini lebih fokus pada potensi kebijakan moneter yang lebih ketat serta tekanan inflasi, dibandingkan fungsi tradisional emas sebagai lindung nilai,” jelasnya.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan, pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik berpotensi segera dilanjutkan dan menghasilkan kesepakatan. Ia bahkan meminta dunia untuk menantikan ‘dua hari luar biasa’ terkait perkembangan tersebut.
Di sisi lain, ketegangan masih terasa. Pasukan AS dilaporkan menerapkan blokade yang membuat sejumlah kapal dari pelabuhan Iran terpaksa berbalik arah.
Harga minyak dunia pun menguat, seiring terbatasnya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Hingga kini, jalur strategis tersebut masih belum sepenuhnya pulih, meski gencatan senjata telah berlangsung selama dua pekan setelah sebelumnya Iran menutup akses selama 45 hari.
Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengungkapkan, bank sentral AS kemungkinan baru dapat memangkas suku bunga pada 2027. Hal ini jika lonjakan harga minyak akibat konflik Iran berkepanjangan dan menghambat penurunan inflasi menuju target 2%.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini hanya sekitar 31%.
Sebagai catatan, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas, karena meningkatkan biaya peluang dari kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak variatif. Harga perak stabil dan ditutup di US$ 78,92 per ons,
sumber : investor.id
