Harga Emas Terkerek dan Catatkan Kenaikan Mingguan
Harga emas dunia terkerek pada perdagangan Jumat (8/5/2026) dan mencatat kenaikan mingguan, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip dari Reuters, kondisi tersebut turut meredakan kekhawatiran inflasi dan membuka peluang penurunan suku bunga The Fed.
Harga emas ditutup naik 0,79% menjadi US$ 4.723,93 per ons. Secara mingguan, logam mulia ini telah menguat sekitar 2,1%.
Pelaku pasar menilai perkembangan negosiasi antara AS dan Iran menjadi sentimen utama yang menggerakkan pasar global, termasuk emas. Harapan tercapainya kesepakatan damai membuat harga energi melemah dan tekanan inflasi mulai mereda.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, pergerakan emas saat ini lebih mencerminkan aset berisiko dibandingkan aset safe haven.
“Rebound emas berkaitan dengan prospek meredanya konflik Iran. Ketika harga energi turun, peluang pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan menjadi semakin besar,” ujar Meger.
Pemerintah AS menyebutkan pihaknya menunggu respons terbaru dari Iran terkait proposal penghentian konflik di kawasan Teluk. Di tengah proses diplomasi tersebut, ketegangan militer di kawasan masih berlangsung.
Di sisi lain, indeks dolar AS dan harga minyak dunia diperkirakan mencatat pelemahan mingguan. Melemahnya dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga AS tahun ini turun menjadi 14%, dari sebelumnya sekitar 22%.
Pasar juga mencermati dinamika kepemimpinan The Fed. Gubernur The Fed Stephen Miran berharap Ketua The Fed Jerome Powell hanya melanjutkan masa jabatannya dalam waktu singkat. Nama Kevin Warsh disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Powell, menunggu persetujuan Senat AS.
Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan lapangan kerja April meningkat lebih tinggi dari perkiraan pasar. Data tersebut sempat mendorong harga emas bergerak lebih tinggi.
Sementara itu, permintaan emas fisik di India terpantau melemah pada pekan ini karena calon pembeli menunda transaksi setelah harga kembali naik. Adapun premi emas di China relatif stabil, ditopang permintaan aset aman.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 2,74% dan ditutup di US$ 80,66 per ons.
sumber : investor.id
