Cetak Rekor Lagi, Harga Emas Tembus Level $3.700 !
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), dengan menembus level di atas US$ 3.700 per ons pada Selasa (16/9/2025). Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan ini.
Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan harga emas juga ditopang oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS), pembelian emas oleh bank sentral, dan kuatnya permintaan aset safe haven.
Harga emas spot naik 0,3% dan ditutup di level US$ 3.689,75 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di US$ 3.702,96.
Analis MarketPulse OANDA Zain Vawda menjelaskan, ketidakpastian pertumbuhan global dan risiko geopolitik masih menjaga tingginya permintaan emas sebagai aset aman. “Namun, reli emas kali ini lebih banyak digerakkan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif dari The Fed,” ujarnya.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan hampir pasti akan ada pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir rapat kebijakan dua hari The Fed yang berakhir 17 September 2025. Bahkan, ada kemungkinan kecil pemangkasan lebih besar, yakni 50 basis poin.
Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial juga mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih besar.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah.
Sementara itu, dolar AS merosot ke level terendah dalam lebih dari dua bulan terhadap sejumlah mata uang utama, sehingga membuat harga emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Analis logam independen Tai Wong menjelaskan, harga emas melonjak tajam seiring pelemahan dolar yang kini berada di titik terendah sejak Juli. “Namun, menjelang keputusan penting The Fed, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi ambil untung,” katanya.
Sejak awal 2025, harga emas telah meroket sekitar 41%, setelah sebelumnya menembus level US$ 3.600 per ons pada 8 September 2025 lalu.
Reli ini ditopang kombinasi pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, derasnya aliran investasi ke aset safe haven, dan pergeseran global dari ketergantungan pada dolar AS yang sedang melemah.
Pada 2024, harga emas spot naik 27% dan untuk pertama kalinya menembus US$ 3.000 pada Maret, dipicu ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Trump.
sumber : investor.id
