Harga Emas Reli Tembus $5.000, Investor Ramai-ramai Beli Aset Safe Haven
Harga emas dunia kembali melonjak hingga memecahkan rekor ke level tertinggi atau All Time High (ATH) di atas US$ 5.000 per troy ons pada Senin, 26 Januari 2026.
Dikutip dari Channel News Asia, Senin (26/1/2026) reli harga emas berlanjut hingga menembus US$ 5.000 per troy ons, didorong oleh langkah investor berbondong-bondong membeli aset safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Harga emas spot pada Senin (26/1/2026) naik 1,72% menjadi US$ 5.066,46 per troy ons saat berita ini ditulis pada pukul 13.20 WIB.
Meningkatnya gesekan antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland telah menambah momentum baru pada kenaikan harga emas tahun ini, karena sentimen pasar berfokus pada ketidakpastian keuangan dan geopolitik.
Di sisi geopolitik, Ukraina dan Rusia gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam pertemuan kedua yang dimediasi AS di Abu Dhabi pada Sabtu lalu (24/1), tetapi pembicaraan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi akhir pekan depan.
Ketegangan perdagangan yang meningkat juga turut mendorong reli emas, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif dagang sebesar 100% terhadap Kanada, sebuah tekanan menyusul kesepakatan dagang negara itu dengan China.
“Perkiraan kami untuk tahun ini adalah emas akan mencapai harga tertinggi US$6.400 per ons dengan rata-rata US$5.375,” kata analis independen Ross Norman.
Harga emas sendiri telah melonjak 64% selama 2025, didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter AS, permintaan bank-bank sentral global, dengan China memperpanjang pembelian emasnya untuk bulan keempat belas pada Desember 2025, serta rekor arus masuk ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).
Analis independen, Ross Norman mengungkapkan bahwa ia optimis harga emas akan melanjutkan reli di 2026, hingga menembus US$ 6.000.
“Perkiraan kami untuk tahun ini adalah emas akan mencapai harga tertinggi di US$ 6.400 per troy ons dengan rata-rata US$ 5.375 per troy ons,” kata analis independen Ross Norman.
sumber : investor.id
