Harga Emas Pertahankan Kenaikan, tapi Masih di Bawah Level $5.200

Emas (XAUUSD) mempertahankan kenaikan intraday pada hari Selasa, meskipun tidak ada aksi beli lanjutan dan tetap di bawah level $5.200. Harga Emas diperdagangkan di $5.176,19 per ons saat berita ini ditulis Pukul 14.15 WIB. Risiko geopolitik tetap berperan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang pada gilirannya membantu logam mulia safe-haven ini untuk membangun momentum pemantulan dari sekitar level psikologis $5.000 pada hari sebelumnya. Faktanya, pejabat Iran menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa konflik di Timur Tengah akan segera berakhir sebagai omong kosong dan memperingatkan bahwa keamanan regional akan ada untuk semua orang atau tidak ada sama sekali. Selain itu, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Teheran, bukan Washington, yang akan menentukan kapan perang berakhir.

Sementara itu, harga Minyak Mentah mendapatkan kembali daya tarik positif setelah pembalikan dramatis pada hari sebelumnya dari level tertinggi sejak Juni 2022 di tengah kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz. Para investor tetap khawatir bahwa kenaikan berkelanjutan dalam harga energi akan mendorong inflasi dan mendorong Federal Reserve AS (The Fed) untuk menunda penurunan suku bunga. Hal ini, pada gilirannya, tetap mendukung imbal hasil obligasi Treasury AS yang tinggi, yang membantu Dolar AS (USD) untuk menghentikan penurunan retracement semalam dari puncak tiga bulan dan membatasi Emas yang tidak berimbal hasil, sehingga perlu diwaspadai oleh para pedagang bullish.

Para pedagang kini menantikan angka inflasi AS untuk mendapatkan dorongan baru. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS akan dirilis pada hari Rabu dan akan diikuti oleh Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat. Data penting ini akan memainkan peran kunci dalam mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan mendorong permintaan USD, yang pada gilirannya seharusnya memberikan dorongan baru bagi Emas. Namun, fokus tetap pada perkembangan seputar perang AS-Israel dengan Iran. Sementara itu, latar belakang fundamental yang beragam membuatnya bijaksana untuk menunggu beberapa aksi beli lanjutan sebelum mengambil posisi untuk kenaikan lebih lanjut.


sumber : fxstreet