Harga Emas Pangkas Penurunan, Setelah Trump Tunda Serang Fasilitas Energi Iran
Harga emas dunia berhasil memangkas penurunan pada perdagangan Senin (23/3/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Meski demikian, tren pelemahan emas masih berlanjut di tengah ekspektasi suku bunga tinggi.
Harga emas spot turun 1,88% dan ditutup di level US$ 4.406,36 per ons, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dari 8% dalam hari yang sama.
Dikutip dari Reuters, penurunan ini memperpanjang tren negatif emas menjadi sembilan hari berturut-turut. Bahkan, pada pekan lalu, emas mencatat kinerja mingguan terburuk sejak 1983, dengan penurunan lebih dari 10%.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, tekanan pada emas dipicu aksi likuidasi posisi besar-besaran yang dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga.
“Pembalikan harga yang tajam terjadi setelah pernyataan Trump. Sentimen ini memicu pergerakan di berbagai pasar, mulai dari logam, energi hingga saham,” ujarnya.
Meger menambahkan, volatilitas pasar diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Harga emas sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan pada sesi perdagangan Asia, setelah anjlok lebih dari 10% dalam sepekan terakhir.
Kenaikan harga energi akibat konflik Iran turut meningkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini menekan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, emas justru kesulitan menguat dalam situasi suku bunga tinggi karena meningkatnya biaya peluang bagi investor.
Trump menyatakan telah menunda serangan terhadap fasilitas listrik Iran selama lima hari, serta membuka peluang dialog untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf membantah adanya pembicaraan tersebut, menambah ketidakpastian di pasar.
Trump menyatakan telah menunda serangan terhadap fasilitas listrik Iran selama lima hari, serta membuka peluang dialog untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf membantah adanya pembicaraan tersebut, menambah ketidakpastian di pasar.
Sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari, harga emas telah turun lebih dari 15% dan terkoreksi sekitar 20% dari rekor tertinggi US$ 5.598,02 yang dicapai pada 29 Januari 2026.
Di sisi lain, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan beragam. Harga perak naik tipis 0,01% dan ditutup di US$ 69,09 per ons
sumber : investor.id
