Harga Emas Naik Drastis, Didorong Optimisme Potensi Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran
Harga emas dunia naik drastis pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Penguatan itu didorong optimisme pasar terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikutip dari Reuters, meski demikian, emas mencatatkan penurunan bulanan akibat tekanan inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.
Harga emas spot ditutup naik 1,11% menjadi US$ 4.545,37 per troy ounce. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dua bulan di level US$ 4.366,7 per troy ounce pada Kamis (28/5/2026), sebelum akhirnya ditutup menguat. Secara bulanan, harga emas spot masih mencatat penurunan lebih dari 1%.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan kesepakatan dengan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata. Kesepakatan tersebut disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta pembatasan kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir.
Chief Market Strategist Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, harga emas berhasil memantul dari level support teknikal penting. Di sisi lain, optimisme terhadap perpanjangan gencatan senjata turut menekan harga minyak dan dolar AS, yang menjadi sentimen positif bagi emas.
Indeks dolar AS tercatat menuju pelemahan mingguan, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Harga minyak dunia juga diperkirakan mencatat penurunan mingguan.
Namun demikian, Streible menilai tema ‘higher for longer’ untuk suku bunga masih akan bertahan. Gangguan pada jalur pengiriman dan infrastruktur energi akibat konflik Iran dinilai berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan membuat The Fed tetap berhati-hati.
Data terbaru menunjukkan inflasi AS pada April meningkat paling cepat dalam tiga tahun terakhir, dipicu lonjakan harga energi akibat perang Iran. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga tahun depan.
Suku bunga yang tinggi meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar fisik, permintaan emas di India masih lesu akibat tingginya harga dan bea impor. Sementara di China, premi emas menyempit seiring sikap pasar yang cenderung berhati-hati.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot malah turun 0,11% dan ditutup di level US$ 75,54 per troy ounce.
sumber : investor.id
